oleh

Turap Batal Dipindahkan, Warga Minta BPN Kota Pontianak Dihadirkan

Sekilas News, Pontianak – Proyek pembangunan drainase di jalan aloevera hingga saat ini belum ada titik temu, apakah proyek pembangunan ini dihentikan atau dipindahkan atau dilanjutkan? Karena masyarakat setempat hingga kini belum menerima informasi resmi dari Dinas PUPR Kota Pontianak dalam pengerjaan kembali proyek tersebut.

Baca Juga: Dinas PUPR Pontianak Hentikan Proyek Drainase Aloevera Puluhan Warga Mengadu Ke LBH Pontianak

Diketahui alasan Dinas PUPR Kota Pontianak belum melanjutkan proyek tersebut karena jalan yang terbiasa dilalui oleh masyarakat setempat tidak sesuai dengan peta rencana jalan dari hasil koordinasi dengan BPN Kota Pontianak.

Akhirnya karena tidak ada titik temu, perwakilan Dinas PUPR Kota Pontianak melakukan pertemuan dengan masyarakat setempat pada hari senin, 30 November 2020 untuk kembali mendiskusi bagaimana nasib pembangunan proyek itu ke depannya.

Dalam pertemuan tersebut selain dihadiri warga, ada perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan dari pihak Kecamatan Pontianak Tenggara, perwakilan kontraktor selaku pelaksana proyek, Babinsa dari unsur pelaksanaan Koramil dan Babinkamtibmas serta dihadiri oleh Kapolsek Pontianak Selatan beserta jajarannya.

Abdul Azis, S.H., bersama dengan Kapolsek Pontianak Selatan

Perwakilan Dinas PUPR Kota Pontianak dalam penjelasannya menyampaikan, bahwa proyek pembangunan drainase tersebut tidak dapat dilanjutkan dan turap mau dipindahkan hari itu juga yang mana sudah ada alat berat yang sudah disiapkan untuk membawa turap tersebut.

Mengetahui hal tersebut beserta penjelasan yang telah disampaikan Dinas PUPR Kota Pontianak, masyarakat sangat kecewa dan tidak puas. Berdasarkan informasi yang diterima Sekilas News situasi di lapangan sempat memanas.

“Masyarakat di sini sudah sekitar 23 tahun ini merintis jalan ini dan terbiasa melalui jalan ini yang sebelumnya tanpa ada masalah.” ujar satu di antara masyarakat yang hadir di pertemuan hari itu.

“Namun kenapa? Tiba-tiba ketika ada pembangunan proyek drainase ini muncul pula permasalahan yang mengatasanamakan pemilik sertifikat bahwa jalan tersebut bukan merupakan jalan melainkan persil kavlingan. Ada apa?” ujar salah seorang warga.

Baca Juga: Proyek Drainase Aloevera Mangkrak, LBH Pontianak Surati Dinas PUPR Kota Pontianak

“Turap jangan dibawa kemana-mana dulu, sebelum ada kesepakatan. Kalau pun turap dipindahkan maka Dinas PUPR Kota Pontianak wajib menghadirkan pihak-pihak terkait seperti BPN Kota Pontianak untuk menjelaskan bahwa jalan yang dilalui masyarakat saat ini tidak sesuai dengan rencana jalan yang ada di peta BPN.” ujar Abdul Azis, S.H., selaku pendamping masyarakat dari LBH Pontianak.

“Begitu pun dengan pemilik sertifikat harus dihadirkan untuk menjelaskan dimana posisi persil kavlingan yang terkena pengejaan proyek drainase tersebut, jangan asal mengeklaim. Bawa sertifikatnya, tunjukkan pada masyarakat setempat.” ujarnya lagi.

Baca Juga: Proyek Aloevera Mangkrak Ini Penjelasan Dinas PUPR Kota Pontianak

Selain itu Azis mempertanyakan bagaimana kok bisa Dinas PUPR Kota Pontianak tidak mengetahui jika di atas proyek yang hendak dibangun tersebut ternyata terdapat tumpang tindih dengan persil kavlingan milik masyarakat juga? Semestinya sebelum proyek dilaksanakan Dinas PUPR Kota Pontianak sudah terlebih dahulu koordinasi dengan pihak BPN Kota Pontianak. Bukan setelah proyek dilaksanakan baru koordinasi.

“Proyek pembangunan drainase ini sangat dibutuhkan masyarakat mengingat itu merupakan jalan satu-satunya yang sering dilalui dan sering banjir ketika musim hujan, harusnya dipertimbangkan untuk dilanjutkan.” tambah dia.

“Kami berharap proyek pembangunan drainase tersebut tetap dilanjutkan karena kalau dipaksa dipindahkan justru akan berpotensi menyebabkan kerugian negara, kenapa? Mengingat penggalian sudah dikerjakan tinggal pemasangan turap, pertanyaannya siapa yang bertanggung jawab terhadap mangkraknya proyek tersebut yang setengah jalan?” kata dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed