oleh

Tuntutan Berlebihan, Kuasa Hukum Bacakan Pembelaan

Sekilas News, Pontianak – Kasus Pemuda Cium pipi yang dituntut penjara selama 7 tahun dan denda 200 Juta Rupiah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pontianak, Kalimantan Barat kini masuk dalam tahap pembelaan di Pengadilan Negeri Pontianak.

loading…


Pada hari ini, Rabu (02/12/2020), Rudy Farcison S, S.H., selaku Penasihat Hukum Terdakwa, telah membacakan Pleidoi atau Nota Pembelaan secara virtual dalam persidangan di Pengadilan Negeri kelas IA Pontianak, yang mana Pledoi atau Nota Pembelaan tersebut di beri judul “Rintihan Pemuda Khilaf”.


Rudy menambahkan bahwa tuntutan 7 tahun kepada terdakwa sangatlah berlebihan dan tidak sebanding dengan perbuatan terdakwa yang hanya mencium pipi.

Baca Juga: Cium Pipi, Pemuda Ini Dituntut 7 Tahun Penjara

Rudy dalam pleidoinya juga menyampaikan semestinya Jaksa Penuntut Umum (JPU) mempertimbangkan umur terdakwa yang baru beranjak dewasa (18 tahun 4 bulan) sehingga dalam pembelaannya Rudy meminta kepada Yang Mulia Majelis Hakim agar memberikan putusan yang seadil-adilnya atau seringan-ringannya.

loading…


Secara terpisah Suparman, S.H., M.H. juga menambahkan bahwa Pleidoi yang disampaikan bukan semata-mata bertujuan untuk membela tindak pidana atau kesalahan yang dilakukan oleh terdakwa melainkan tuntutan yang ditujukan kepada terdakwa apakah sesuai dengan fakta persidangan atau sesuai dengan perbuatan yang dilakukan terdakwa.

Namun untuk melihat apakah tuntutan jaksa sudah sesuai dengan perbuatan yang dilakukan atau tidak semuanya dikembalikan kepada putusan hakim nantinya, kami selaku kuasa hukum terdakwa berkeyakinan bahwa Majelis Hakim tentu dalam memberi putusan lebih arif, bijak, objektif dan logis yang bersandar pada fakta persidangan sehingga putusannya benar-benar memberi rasa keadilan pada terdakwa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed