oleh

Ternyata ini Efek Samping dari Vaksin dari Sinovac…

Sekilas Kesehatan – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Penny K Lukito mengatakan, sejauh ini data-data uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac yang sudah tiba di Tanah Air menunjukkan hasil positif. Selain di Indonesia, vaksin Sinovac saat ini tengah diuji klinis di Brasil, Turki, dan Chile.

Penny mengatakan, uji klinis di Brasil dan Turki sudah ada hasil yang bisa dicocokkan dengan pengujian di Indonesia yang digelar di Bandung.

Uji klinis tahap III vaksin Sinovac di Bandung, Jawa Barat masih terus berlangsung. Namun dalam perjalanannya, tim riset uji klinis menemukan kejadian efek samping atau resmi disebut sebagai kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Baca Juga: dr. Taufiq: 10 Vaksin WHO Masuk Fase 3 Masih di Bawah Standar, Sinovac adalah Terlucu dari 10 Vaksin Tersebut


“Sejauh ini efek samping yang timbul terbanyak adalah reaksi lokal berupa nyeri pada tempat suntikan dengan intensitas mayoritas ringan. Yang lainnya terbanyak adalah pegal-pegal pada otot dengan mayoritas ringan,” ujar Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Kusnandi Rusmil, dalam konferensi pers, Rabu (30/12/2020).

Kusnandi menjelaskan uji klinis tahap III vaksin Covid-19 Sinovac di Bandung Uji klinis dilakukan dengan skema emergency dengan interval 14 hari antara dua dosis vaksin. Desain uji klinis ini sama dengan Brasil dan Turki.

 “Penyuntikan dosis sudah selesai pada 6 November, dan pengambilan 14 hari pasca penyuntikan sudah selesai 20 November,” jelasnya.

Pada bulan ini, tuturnya, telah dilakukan pengambilan darah 3 bulan pasca suntikan kedua. Kemudian dilakukan pemeriksaan antibodi dengan metode netralisasi di Balitbangkes dengan Metode ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) di BioFarma.

Baca Juga: Halalkah Vaksin China yang Datang Ke Indonesia? Begini Tanggapan MUI

“Laporan interim hingga tiga bulan pasca suntikan kedua akan disampaikan kepada BPOM awal Januari 2021,” tutur Kusnandi

“Sampai saat ini telah dilakukan pemeriksaan dengan jumlah yang diperiksa ada 1.817 subyek, kemudian yang dilakukan swab ada 1.732 dan yang diambil untuk suntikan vaksin pertama ada 1.620, dan suntikan kedua ada 1.603 orang,” rinci Kusnandi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed