oleh

Tanggapan Munarman Ketika Dilaporkan ke Polda Metro Jaya: Saya akan Laporkan Orang-Orang Zalim Tersebut kepada Allah

Sekilas News – Munarman menanggapi santai pelaporan terhadap dirinya. Munarman juga enggan berkomentar lebih jauh terkait laporan dari Barisan Ksatria Nusantara itu.

“Terserah mereka deh, nggak ada urusan saya,” kata Munarman kepada wartawan di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2020).

Munarman lantas menyebut akan mengadukan orang-orang zalim itu kepada Allah SWT.

Baca Juga: Polda Metro Jaya: Surat Perintah Penangkapan Sudah Diserahkan, Penahanan Tunggu 1×24 Jam

“Saya akan laporkan orang-orang zalim tersebut kepada Allah Rabb Alamin,” imbuh Munarman.

Munarman dilaporkan atas pernyataannya yang membantah bahwa 6 laskar FPI–yang tewas dalam insiden penembakan di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek–memegang senjata api.

Pernyataan Munarman ini disampaikan beberapa saat setelah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menggelar jumpa pers terkait insiden yang disebut penyerangan laskar FPI terhadap polisi di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek pada Senin, 7 Desember 2020.

“Laskar kami tidak pernah dibekali senjata api, kami terbiasa tangan kosong. Kami bukan pengecut. Jadi fitnah, dan ini fitnah luar biasa, memutarbalikkan fakta dengan menyebutkan bahwa laskar yang lebih dahulu menyerang dan melakukan penembakan,” kata Munarman dalam konferensi pers di Sekretariat FPI, Jl Petamburan III, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2020).

Baca Juga: Pakar Hukum Pidana: Pasal 216 KUHP yang Disangkakan pada Habib Rizieq Tidak Berdasar dan Tidak Memenuhi

Munarman membantah narasi polisi bahwa laskar FPI dan anggota kepolisian terlibat baku tembak. Munarman menyebut narasi tersebut adalah fitnah besar.

“Fitnah besar kalau laskar kita disebut membawa senjata api dan tembak-menembak. Fitnah itu,” ujar Sekretaris Umum Front Pembela Islam (Sekum FPI) Munarman dalam konferensi pers, Senin (7/12/2020).

Munarman kemudian menantang Polda Metro Jaya mengungkap soal senjata api yang disebut disita dari anggota FPI. Munarman mengaku FPI tak punya akses untuk kepemilikan senjata api.

“Kalau betul, coba dicek nomor register senjata apinya, pelurunya tercatat, cek. Saya pastikan bukan punya kami karena kami tidak punya akses terhadap senjata api. Dan tidak mungkin membeli dari pasar gelap,” tutur Munarman.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers soal adanya penyerangan terhadap anggotanya oleh pengikut Habib Rizieq di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek, dini hari.

Polisi mengatakan dua mobil pengikut Habib Rizieq tiba-tiba memepet mobil aparat dan menghentikan laju kendaraan. Setelah itu, pengikut Habib Rizieq menodongkan senjata tajam, yaitu samurai serta celurit, dan senjata api jenis pistol kepada polisi.

Merasa nyawanya terancam, polisi akhirnya menembak pengikut FPI. Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran menyebutkan ada 6 anggota laskar FPI yang tewas akibat ditembak polisi. Sementara 4 anggota laskar FPI lainnya melarikan diri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed