oleh

Tanah Warga Bersengketa dengan Dua Perusahaan, Ini Tanggapan Humas PT MEG yang Turut Bersengketa

Sekilas Daerah, Mempawah – Tiga bidang lahan yang terletak di Desa Bukit Batu bersengketa dengan PT Aneka Tambang (Antam) dan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), salah satunya adalah lahan sengketa milik almarhum Pusadin.

Adanya sengketa lahan ini membuat PT Meta Estetika Graha (MEG) sebagai kontraktor enggan untuk mengerjakan tanah lahan tersebut. Hal ini diungkapkan Yakub selaku Humas PT MEG saat ditemui di basecamp nya, di Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah, Senin (18/1).

Yakub juga meminta kepada pihak PT Borneo Aluminia Indonesia (BAI) untuk membuat pernyataan secara tertulis agar bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan dilapangkan.

“Namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari PT BAI,” pungkasnya.

Selain itu Ozzy yang bertugas di lapangan mengatakan bahwa PT BAI memerintahkan untuk mengerjakan lahan tersebut pada hari ini Senin tanggal 18 Februari 2020 namun masih belum ada tindak lanjut

Menyikapi hal tersebut Yakub sebagai Humas PT MEG meminta kepada ahli waris Pusadin agar membuat surat Berita Acara yang isinya pernyataan tidak mengizinkan dilakukan adanya kegiatan/pekerjaan dilokasi, dikarenakan masalah lahan tersebut belum di selesaikan oleh PT Antam maupun PT BAI.

Baca Juga: Penyelesaian Sengketa Pertanahan oleh Pemerintah Melalui Tata Cara Kewenangan Administrasi Badan Pertanahan Nasional 

“Berita Acara ini sebagai dasar atau alasan PT MEG tidak dapat melanjutkan pekerjaan di tanah/lahan tersebut,” ungkap Yakub.

Rinto Nugroho sebagai perwakilan ahli waris Pusadin menjelaskan bahwa pihaknya pernah mengirim surat kepada pihak PT BAI yang intinya pihak ahli waris mempersilahkan mengerjakan lahan tersebut asalkan ketika pihaknya dapat memenangkan perkara atau terbukti atas alas hak tanah tersebut milik ahli waris Pusadin yang sah secara hukum, maka pihak PT BAI harus mengganti rugi sesuai luas yang disengketakan,

Tetapi pihak PT BAI meminta pihaknya agar surat itu dilayangkan ke pihak PT Antam.

“Bahkan ketika rapat di kantor Pemkab Mempawah, pihak PT BAI siap akan mengganti rugi tetapi hanya mengganti rugi sebatas jalan yang sedang di kerjakan,” ujar Rinto.

Lalu kata Rinto, pihaknya telah mengatakan kepada PT Antam ataupun PT BAI akan memberikan lahan untuk di pergunakan jalan tersebut asalkan PT Antam atau PT BAI harus mencabut semua sertifikat yang telah dibuat oleh perusahaan,” jelasnya.

Menurut Rinto, hal ini diungkap karena dari pihaknya, baik itu almarhum Pusadin ataupun ahli warisnya, tidak pernah menjual lahan tersebut kepada siapapun.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed