oleh

Syiah dan Ahmadiyah Menagih Menteri Agama Membuktikan Pernyataannya

Sekilas News – Kelompok Syiah dan Ahmadiyah menantang Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, untuk membuktikan pernyataannya yang bakal memberikan perlindungan hukum kepada setiap warga negara apapun keyakinan, etnik, dan afiliasi politiknya.

Tantangan itu bisa dimulai dengan mencabut Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang melarang ajaran Ahmadiyah serta menindak kelompok yang memicu kekerasan terhadap Syiah, kata peneliti di Setara Institute.

Baca Juga: BeritaGus Yaqut: Agama Itu Sebagai Inspirasi, Bukan Aspirasi

Namun belakangan, menteri agama mengklarifikasi perkataannya tersebut dengan mengatakan bukan melindungi jemaah Syiah dan Ahmadiyah melainkan melindungi mereka sebagai warga negara.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, menyebut pihaknya akan akan memfasilitasi adanya mediasi terhadap kelompok yang berbeda pandangan agar mencapai solusi.

Perkataan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang ingin mengafirmasi hak beragama Ahmadiyah dan Syiah bukan suatu hal yang luar biasa, menurut juru bicara Jemaah Ahmadiyah Indonesia Yendra Budiana.

Baginya, pernyataan itu adalah sesuatu yang sepatutnya diutarakan pejabat negara.

“Kami melihatnya normal saja, mengapresiasi tapi tidak terlalu berlebihan apalagi berekspektasi tinggi,” ujar Yendra Budiana dilansir dari BBC Indonesia, Minggu (27/12).

Baca Juga: Soal Syiah dan Ahmadiyah, Gus Yaqut: Pemerintah Akan Fasilitasi

Namun demikian, kalaupun niat itu akan dilaksanakan, langkah terbaik yang bisa dilakukan yakni dengan membuka “ruang perjumpaan” dengan berbagai kelompok agama yang difasilitasi Kementerian Agama.

Tapi pertemuan itu, kata Yendra, bukan ditujukan untuk mendiskusikan keyakinan Ahmadiyah, melainkan bersama-sama berkontribusi pada ‘persoalan bangsa’.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed