oleh

Ruas Jalan Teuku Umar Digenangi Air

-Daerah-113 views
Foto Banjir di Ruas Jalan Teuku Umar, Pontianak Kamis 19/11/2020 (by: Foto Mardi)

Beberapa ruas jalan tergenang banjir karena air resapan semakin kurang sehingga menyebabkan air meninggi. 

Sekilas Pontianak – Hujan deras di Kota Pontianak sejak siang hingga malam hari ini membuat beberapa ruas jalan di Kota Pontianak banjir.

“Musim hujan begini memang beginilah masalahnya, wilayah yang rawan cam kamek ni yang susah.” ujar satu di antara warga di Teuku Umar, Kamis.

Sementara, warga lainnya di Jalan Sepakat II, Rudy menyebutkan saat ini air sudah naik dan di dapur rumahnya sudah kemasukan air. Sehingga barang-barang rawan basah harus diselamatkan agar tidak terendam banjir.

“Air sekarang sudah naik rumah. Semoga surut,” harapnya.

Tanggapan Pemerintah Kota Pontianak

Anggota DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar yang beralamat di Jalan Pancasila mengaku saat ini rumahnya juga sudah mulai digenangi air.

“Air sudah masuk rumah. Ini banjir faktor alam hujan deras dan air pasang,” kata dia melalui ANTARA.

Ia menilai banjir harus menjadi perhatian sehingga bisa dikendalikan sehingga meminimalisir dampak buruknya.

“Saat ini faktor membuang sampah di sembarang tempat di Pontianak tidak terlalu signifikan karena dinas terkait sudah maksimal menanganinya dan masyarakat mulai sadar. Hanya saja perlu normalisasi parit,” kata dia.

Selaku anggota DPRD Kota Pontianak, ia telah meminta pemerintah kota untuk mempercepat normalisasi parit di daerah rawan banjir seiring maraknya keluhan masyarakat serta menjelang musim penghujan tiba

“Setiap akhir tahun ini kita sangat merasakan adanya banjir. Ini disebabkan karena curah hujan dan air pasang tinggi maupun siklus tahunan demam berdarah. Untuk itu kami meminta daerah yang langganan banjir dilakukan normalisasi atau pengerukan parit,” kata dia.

Ia menyebutkan daerah yang rawan banjir berdasarkan informasi dari reses, pertemuan dengan warga, dan Musrembang kelurahan di antaranya di Kecamatan Pontianak Kota. Perlu dilakukan pengerukan jalur Parit Jalan Alianyang, Gang Belibis, Jalan Merdeka, Parit Sei Jawi, Gertak 1, 2 dan 3 hingga Jalan Ampera.

“Daerah langganan banjir hanya karena hujan yaitu Jalan Gusti Hamzah Sepanjang di depan Masjid Nursalim atau Gang Nursalim, Asrama Hidayat dan Gang Tani. Banjir kita lihat karena gorong – gorong tidak berfungsi maksimal. Kemudian seluruh saluran air, Jalan Gusti Hamzah, Asrama Hidayat dan Gang Tani berputar di dalam lingkungannya namun tidak terkoneksi dengan Parit Alianyang,” jelas dia.

Kemudian di Kecamatan Pontianak Selatan, parit di Jalan Purnama perlu dilakukan pengerukan atau reklamasi dan diminta dioperasikannya pintu air yang menghubungkan Gang Syukur II, ke pintu air Ramayana Jalan Tanjungpura.

“Dinas terkait perlu peninjauan guna melakukan kegiatan tersebut. Sehingga daerah Kecamatan Pontianak Selatan tidak lagi banjir,” jelasnya

Sumber: ANTARA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. semoge lah ye min pemerintah nih cepat tanggap dan segera mengambil sikap/tindakan terkait normalisasi atau pengerukkan parit khususnya di daerah rawan banjir ye min. tadak lah leteh berangkot pas hari beribot ape segale …. dah gitu yak min eh …. salam *Joss*

News Feed