oleh

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Kalsel Melalui Dinas Sosial Provinsi Kalsel

Sekilas Daerah, Banjarbaru – Wujud kepedulian korban bencana banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel), Pupuk Kaltim bersama Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan bagi para korban banjir melalui Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan.

Vice President Sales Region 5 Kalimantan Pupuk Indonesia, Roh Eddy Andri W, mengatakan bantuan berupa 200 paket logistik, berisi sembako, selimut, peralatan mandi, perlengkapan anak dan ibu, serta obat-obatan.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pupuk Indonesia, dalam hal ini adalah Pupuk Kaltim dan Petrokimia Gresik untuk korban bencana banjir di Kalsel,” kata Roh Eddy Andri W, Sabtu (23/1/2021).

Tak hanya di Kalsel, Roh Edy juga menyebut bantuan serupa juga disalurkan Pupuk Kaltim ke berbagai wilayah lain di Indonesia yang tertimpa bencana. Seperti gempa di Sulbar dan banjir di Manado, Sulawesi Utara melalui beberapa lembaga relawan.

Baca Juga: LAPAN Ungkap Penyebab Banjir di Kalsel, Ini Penjelasannya..

Hal ini mengingat jangkauan penyaluran oleh tim perusahaan yang terbatas, sehingga dengan keterlibatan relawan, bantuan yang dialokasikan Pupuk Indonesia Grup tersalurkan merata bagi seluruh korban.

“Bantuan melalui lembaga sukarelawan kami harap bisa menyasar setiap lokasi secara optimal, sesuai kebutuhan para korban di masing-masing wilayah,” tambahnya

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalsel Siti Nuriyani mengapresiasi kepedulian Pupuk Indonesia grup terhadap kondisi korban bencana dengan ratusan paket bantuan yang diberikan.

Dirinya memastikan seluruh paket tersebut akan langsung diteruskan ke seluruh wilayah bencana, mengingat para korban sangat butuh pasokan logistik, khususnya di lokasi yang masih terendam banjir.

Baca Juga: PT Adaro Diduga Penyebab Banjir Kalsel, Gus Umar Sentil Erick Thohir

“Kami ucapkan terima kasih atas kepedulian Pupuk Indonesia bersama anak usahanya, dengan turun membantu masyarakat kami yang tertimpa bencana,” tutur Siti Nuriyani.

Dari data sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, ada 11 kabupaten/kota yang dilanda banjir. Kondisi terparah merendam Kabupaten Banjar, sedangkan wilayah lain seperti hulu sungai, khususnya Hulu Sungai Tengah (HST) debit air mulai berangsur turun.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed