oleh

Pro Kontra Vaksin Memecah Belahkan Tokoh Gereja, Namun Ini Pernyataan Resmi Vatikan…

Sekilas Internasional – Vatikan menyatakan penggunaan vaksin COVID-19 yang dikembangkan menggunakan jaringan sel dari janin hasil diaborsi “secara moral dapat diterima”.

Dalam pernyataannya pada Senin (21/12), Kongregasi Doktrin Iman Vatikan menyebut jika tidak ada alternatif lain, vaksin semacam itu “dapat digunakan dengan hati nurani yang baik”.

Dalam beberapa bulan terakhir, Kongregasi telah menerima beberapa permintaan panduan terkait penggunaan vaksin untuk virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, yang dalam proses penelitian dan produksi menggunakan lini sel yang diambil dari jaringan yang diperoleh dari janin hasil aborsi yang terjadi puluhan tahun lalu.

Baca Juga: Apa Itu 4 Tier Aturan Baru Di Inggris Terutama London dan Inggris Tenggara?

Namun Vatikan menegaskan diperbolehkannya penggunaan vaksin yang dikembangkan dari jaringan sel janin yang diaborsi tidak serta merta melegitimasi praktik aborsi.

“Semua vaksinasi yang diakui aman dan efektif secara klinis dapat digunakan dengan hati nurani yang baik,” tulis Kongregasi Doktrin Iman Vatikan dalam sebuah pernyataan.

“Namun, harus ditekankan bahwa penggunaan yang sah secara moral dari jenis vaksin ini, dalam kondisi tertentu yang membuatnya demikian, tidak dengan sendirinya merupakan legitimasi, bahkan tidak langsung, dari praktik aborsi, dan dengan sendirinya dianggap bertentangan dengan praktik ini oleh mereka yang menggunakan vaksin ini,” tulis pernyataan itu.

Vatikan pula menegaskan pernyataan itu hanya untuk mempertimbangkan aspek moral dari penggunaan vaksin untuk COVID-19 yang telah dikembangkan dari lini sel yang berasal dari jaringan yang diperoleh dari dua janin yang diaborsi namun tidak secara spontan.

Baca Juga: COVID-19: Inggris Menetapkan Lockdown Tahun Baru Ketika Varian Baru Menyebar ke Seluruh Inggris

Pernyataan yang telah mendapat persetujuan dari Paus Fransiskus, juga mengatakan ada “keharusan moral” untuk memastikan bahwa negara-negara yang lebih miskin menerima akses ke vaksin yang efektif.

Pro dan kontra terkait virus corona telah memecah belah tokoh gereja. Namun, Konferensi Uskup Katolik AS menyetujui penggunaan vaksin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed