oleh

Polri Memburu Tersangka Terkait ISIS Setelah Empat Orang Tewas

Sekilas News – Polri pada hari Sabtu (28 November) kembali mencari tersangka militan yang dituduh membunuh empat orang dan membakar tujuh rumah di sebuah desa di provinsi Sulawesi Tengah.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan mereka yakin serangan hari Jumat di desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, dilakukan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang berbasis di Sulawesi. 

Ini adalah satu dari lusinan kelompok radikal di seluruh kepulauan Asia Tenggara yang telah berjanji setia kepada ISIS.

loading…

Brigjen Pol Awi mengutip seorang saksi yang mengatakan bahwa militan memenggal salah satu korban dan menggorok leher korban lainnya. 

Ahmad Rifai, seorang petugas Desa Lemban Tongoa, mengatakan salah satu bangunan yang dibakar adalah rumah ibadah umat Kristiani.

“Kami sampai pada kesimpulan bahwa mereka (penyerang) berasal dari MIT setelah memperlihatkan foto anggotanya kepada kerabat korban” yang menyaksikan penyergapan tersebut, kata Kapolsek Sigi Yoga Priyahutama.

Gereja kosong pada saat serangan dini hari oleh sekitar delapan militan, tambahnya.

“Warga baru ada di rumahnya saat kejadian itu,” kata Priyahutama.

Belum ada penangkapan yang dilakukan dan motif serangan itu tidak segera jelas.

Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, telah lama bergumul dengan militansi dan serangan teror, sementara di Sulawesi Tengah sendiri telah terjadi kekerasan intermiten antara umat Kristen dan Muslim selama beberapa dekade.

“Serangan ini adalah eskalasi serius lainnya terhadap minoritas Kristen di Indonesia,” kata peneliti Human Rights Watch Andreas Harsono kepada Reuters.

Gomar Gultom, ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, mengatakan kepada Reuters bahwa para korban adalah orang Kristen dan mendesak pihak berwenang untuk menyelesaikan kasus tersebut.

International Christian Concern, sebuah kelompok advokasi yang berbasis di Washington, memposting di situs webnya pada hari Jumat bahwa “seorang tersangka teroris” membunuh empat orang Kristen di desa Sulawesi, membakar sebuah pos Bala Keselamatan dan rumah-rumah Kristen.

Penyelidikan pembunuhan hari Jumat, yang dipimpin oleh polisi Indonesia dan militer, mungkin menemui rintangan karena insiden itu terjadi di sebuah desa berbukit dan terpencil, kata Awi Setiyono.

“Kami di lapangan sekarang, ada sekitar 100 orang yang akan mulai mengejar,” tambahnya.

Jika dikonfirmasi sebagai pekerjaan MIT, pembunuhan pada hari Jumat akan menjadi serangan signifikan pertama sejak pemimpin organisasi tersebut dibunuh empat tahun lalu oleh pasukan elit anti-teror Indonesia, menurut pakar terorisme yang berbasis di Jakarta, Sidney Jones.

“Melalui serangan itu … mereka ingin menunjukkan bahwa upaya polisi untuk menangkap dan membunuh anggota kelompok itu tidak berdampak pada” mereka, katanya.

Pada 2018, MIT diyakini telah mengirim orang-orang radikal yang menyamar sebagai pekerja kemanusiaan ke kota Palu yang dilanda gempa-tsunami Sulawesi Tengah dalam upaya untuk merekrut anggota baru, kata Jones.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed