oleh

Pembelian Pupuk Bersubsidi Dibatasi Petani Kesulitan Karena Langka

Sekilas News, Madura – Jatah pembelian pupuk subsidi jenis urea dikeluhkan para petani di Kabupaten Sampang, Madura.

Petani mengaku hanya diperbolehkan membeli satu sak pupuk subsidi. Padahal, jumlah pupuk yang diperlukan petani menanam padi pada musim tanam sekitar 10 sak pupuk, di antaranya lima sak pupuk SP-36 dan lima sak pupuk urea.

“Musim tanam padi saat ini hanya memiliki 1 sak pupuk subsidi jenis urea,” kata Sadin (45), petani asal Desa Torjunan Kecamatan Robatal, Senin (23/11/2020).

“Tentunya sangat kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan,” sambung dia.

Baca Juga: Pupuk Bersubsidi Langka PAC GP Ansor Turun Lapangan

Ia menambahkan, kelangkaan pupuk jenis urea pada musim tanam padi kali ini dapat berdampak pada produktivitas hasil taninya.

Sebab, menurutnya, tingkat kesuburan tanaman berkurang. Ia berharap kepada pemerintah khususnya dinas terkait untuk memberikan solusi dengan mengeluarkan pupuk subsidi jenis SP-36 yang dianggap petani bisa menyuburkan tanaman.

“Saat ini kami belum leluasa menanam padi, semoga pemerintah mencarikan solusinya,” harapnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinaa Pertanian (Dispertan) Sampang, Suyono menyampaikan, kuota pupuk subsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun ini berkurang.

Baca Juga: Kelangkaan Pupuk Masih Terjadi Padahal Sudah Masuk Musim Tanam Padi

“Berkurangnya pupuk subsidi terjadi di setiap Kabupaten, termasuk Kabupaten Sampang, Madura,” tuturnya.

Terkait pupuk jenis SP-36 memiliki tambahan setelah pihaknya mengusulkan tambahan pupuk ke Kementerian Pertanian lantaran sebelumnya pada penghitungan persediaan pupuk di bulan Juni 2020 kemarin kurang.

Tambahan pupuk SP-36 yang di berikan, tepatnya 17 Juni 2020 kemarin jumlahnya kurang lebih 276 ton.

“Sebenarnya SP-36 itu ada tambahan namun, pemakaian yang tinggi kami kendalikan agar petani di setiap kecamatan terpenuhi walaupun jumlahnya sedikit,” terangnya. “Hingga saat ini tambahan dari pemerintah pusat tetap kita gunakan,” imbuh dia. (Credit: Hanggara Pratama*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed