oleh

Niat Merantau Mencari Peruntungan Ini Kisah Sedih Warga Asal Tubaba yang Menjadi Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ-182

Sekilas News – Pesawat Boeing 735-500 classic series yang dioperasikan Sriwijaya Air SJ-182 dengan penerbangan rute Jakarta – Pontianak, dikabarkan terjatuh saat di perairan kepulauan seribu pada pukul 14:36 Wib, Sabtu (09/01/2021).

Berdasarkan keterangan Kementerian Perhubungan rincian penumpang dalam penerbangan Sriwijaya Air SJ-182 adalah 40 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, dan 12 awak (6 kru aktif dan 6 kru ekstra).

Dari 50 penumpang tersebut, diketahui 3 orang penumpangnya merupakan warga Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung.

Baca Juga: Isak Tangis Keluarga dan Daftar Penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Hal tersebut dibenarkan oleh Madrim Kepala  Desa Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih saat dikonfirmasi wartawan.

“Iya mereka warga kita, Mereka iyalah Sugiono Efendi, Yohanes, Dan Pipit Piyono. Ketiganya warga RT04 RW01,” ujarnya.

Madrim mengatakan, ketiga warganya ini pergi merantau ke Pontianak untuk bekerja sebagai buruh.

“Mereka jalan merantau sejak hari Jum’at kemarin, pergi merantau untuk kerja kuli bangunan,” ungkap Madrim.

Meli istri korban Pipit Piyono mengaku syok mendapat kabar bahwa pesawat yang ditumpangi suaminya jatuh.

Baca Juga: 14 Orang Diwawancarai Tim DVI Polda Kalbar, 10 di Antaranya Sudah Diambil Sampel DNA-nya

“Saya sempat ada pirasat cemas, apalagi pesawat delay 3 kali. Terakhir sebelum terbang sempat Vidio Call setelah itu lost kontak,” katanya.

Kini keluarga korban hanya pasrah menunggu kabar hasil dari pencarian tim petugas pencarian, mereka berharap ketiga dapat ditemukan dengan selamat.

Diketahui, Ketiga warga tersebut berkode penerbangan no Effendy (IN099 TKG) kursi No.12 dengan nomor tiket 9,77108E+12, Yohannes (IN099 TKG) kursi No.13 dan tiket 9,77108E+12, serta Pipit Piyono (IN099 TKG) kursi No.14 tiket 9,77108E+12. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed