oleh

Ngeri! Fakhrizadeh Ditembak Dari Satelit

Sekilas Internasional – Pembunuhan yang menewaskan seorang ilmuwan program senjata nuklir, terjadi di Iran. Ilmuwan itu bernama Mohsen Fakhrizadeh Mahabadi.

Pada Jumat, 27 November lalu,  Fakhrizadeh yang tengah mengemudi di jalan raya di luar ibu kota Teheran dan dikawal 11 tentara, tertembak 13 peluru secara tiba-tiba. Iran menuding Israel ada dibalik pembunuhan ini.

Baca Juga: Breaking News: Mohsen Fakhrizadeh, Ilmuwan Nuklir Top Iran, Dibunuh Di Dekat Teheran

Menteri Luar Negeri Javad Zarif, mengatakan bahwa Israel kemungkinan berada di balik serangan itu.

“Teroris membunuh seorang ilmuwan Iran terkemuka hari ini. Kepengecutan ini, dengan indikasi serius peran Israel, menunjukkan penghasutan yang putus asa dari para pelaku,” tulis Zarif di Twitter akhir pekan lalu.

Pasca pembunuhan itu, seorang pejabat senior Israel mengatakan dunia harus berterima kasih kepada mereka karena telah membunuh Fakhrizadeh. Berbicara tanpa menyebut nama, pejabat Israel tersebut yang dilaporkan terlibat dalam program untuk melacak Fakhrizadeh selama bertahun-tahun, mengatakan kepada New York Times (NYT) bahwa Israel akan terus bertindak untuk membatasi ambisi nuklir Iran.

Pejabat itu mengatakan bahwa keinginan Iran untuk mendapatkan senjata nuklir, yang dibentuk oleh Fakhrizadeh, menimbulkan ancaman. “Dunia harus berterima kasih kepada Israel atas pembunuhan tersebut,” tulis media tersebut mengutipnya.

Ini merupakan pengakuan secara implisit pertama yang dilakukan negeri itu. Israel memang tidak secara resmi mengkonfirmasi keterlibatannya dalam pemboman dan baku tembak di kota Absard di Iran, dekat Teheran, dimana Fakhrizadeh tewas.

Sebelumnya terjadinya insiden ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyebarkan desas-desus, memosting video di akun media sosialnya untuk menyindir dan membicarakan tentang tindakannya atas nama Israel selama seminggu terakhir.

Minggu (6/12/2020), Iran kembali mengeluarkan pernyataan baru soal tewasnya Fakhrizadeh. Ia disebut tertembak oleh senapan mesin canggih yang dikendalikan satelit dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Hal ini ditegaskan oleh militer Iran kepada media sebagaimana dikutip oleh Reuters yang melansir kantor berita Mehr. Senjata pembunuh Fakhrizadeh dipasang di sebuah pickup Nissan yang memang dirancang hanya fokus pada wajah sang ilmuwan.

Sehingga meski ada istri Fakhrizadeh di dalam mobil yang sama, peluru hanya mengenai sang ilmuwan. Istrinya diketahui selamat tanpa luka sedikit-pun.

“Dikendalikan secara online melalui satelit dan menggunakan kamera canggih dan kecerdasan buatan untuk membuat target,” kata wakil komandan Pengawal Revolusi Ali Fadavi.

Fakhrizadeh sendiri sudah incaran Israel selama bertahun-tahun. Badan intelijen Israel dan Barat menggambarkannya sebagai seseorang dengan pengetahuan luas tentang program nuklir Iran.

Israel juga sudah lama dicurigai melakukan beberapa pembunuhan terarah terhadap ilmuwan nuklir Iran, baik di Iran maupun Suriah. Beberapa serangan terhadap infrastruktur yang terkait dengan program senjata Iran juga dikaitkan dengan Israel.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed