oleh

Min Hlaing Ungkap Prioritaskan Kecurangan Pemilu dan COVID-19

Sekilas Internasional – Panglima militer Myanmar, Jenderal Senior Min Hlaing, yang memimpin kudeta dan mengambil alih kekuasaan mengungkapkan rezimnya akan memprioritaskan penyelidikan dugaan kecurangan pemilu dan penanganan pandemi virus Corona (COVID-19) serta perekonomian, Rabu (3/2/2021).

Min Aung Hlaing mengumumkan langkah tersebut dalam rapat pertama dengan kabinet barunya di ibu kota Naypyitaw pada Selasa (2/2) waktu setempat, dilaporkan surat kabar lokal, Global New Light of Myanmar, media yang dikelola negara.

Militer Myanmar sebelumnya mengatakan salah satu alasan menggulingkan pemerintahan sipil terpilih di bawah Aung San Suu Kyi adalah karena mereka gagal menyelidiki tuduhan yang dilontarkan militer soal dugaan kecurangan pemilu pada November tahun lalu.

Komisi Pemilihan Umum negara bagian empat hari sebelum kudeta menyatakan tidak ada masalah signifikan terkait pemilu Myanmar .

Militer Myanmar mengumumkan sebelumnya bahwa pihaknya akan memegang kekuasaan selama masa darurat ditetapkan setahun ke depan, dan kemudian akan menggelar pemilu ulang yang pemenangnya akan mengambil alih pemerintahan nantinya.

Dalam pemilu November 2020, partai Liga Demokrasi Nasional (NLD) yang dipimpin Suu Kyi merebut 396 dari 476 kursi yang diperebutkan di majelis rendah dan majelis atas pada parlemen Myanmar.

Partai oposisi utama, Partai Pembangunan dan Solidaritas Persatuan yang didukung militer, hanya memenangkan 33 kursi.

Militer, yang dikenal sebagai Tatmadaw, secara otomatis mendapat alokasi 25 persen dari kursi di majelis gabungan sesuai Konstitusi 2008 yang mulai berlaku di bawah pemerintahan militer sebelumnya.

Surat kabar nasional Myanmar melaporkan bahwa Min Aung Hlaing memberi tahu anggota Kabinet bahwa Komisi Pemilihan Umum yang baru, yang disebutnya independen dan tidak bias, akan memeriksa data pemungutan suara untuk menemukan hasil yang benar, dan tindakan akan diambil sesuai dengan proses tersebut.

Dia mengatakan daftar pemilih akan diteliti berdasarkan pemilih pendaftar per-rumah tangga.

Arief

Penulis

DS

Editor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed