oleh

Menteri Budi Gunadi Rencanakan Pakai Rapid Test Antigen untuk Tracing

Sekilas News – Pemerintah akan mulai menggunakan Rapid Test Antigen untuk melacak persebaran COVID-19 dan berencana menganggarkan sekitar Rp. 1.397.665,00,- untuk setiap orang yang terinfeksi virus Sars-CoV2 tersebut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kepada DPR, Pemerintah harus mulai serius melakukan pengendalian pandemi dan membuat kebijakan baru terkait karantina mandiri di rumah bagi yang terkonfirmasi positif, selasa (9/2/2021).

“Begitu kami menemukan kontak dekat, kami menargetkan pelacak kami untuk mengidentifikasi 15-30 orang yang mereka hubungi dalam dua minggu terakhir dalam 72 jam,” kata Budi kepada Komisi IX DPR.

Langkah Indonesia ini tak jauh berbeda dengan India, yang mulai memasukkan tes antigen dalam program pengujian dan penelusuran Covid-19-nya.

Desakan Indonesia untuk menggunakan polymerase chain reaction (PCR) test dinilai terlalu lambat untuk mengonfirmasi kasus Covid-19 telah menghabiskan beberapa hari padahal penyakit ini sangat dengan mudah menular.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rekomendasi pada November yang mengatakan tes antigen dapat digunakan untuk memastikan kasus positif Covid-19.

Ditambah lagi, antrean untuk hasil tes PCR di laboratorium di seluruh negeri dapat berlangsung hingga dua minggu, semakin mengurangi keefektifannya sebagai alat penelusuran (tracing).

Indonesia dinilai sebagai negara terpadat di Asia Tenggara hanya berhasil menguji lebih dari 6,5 juta orang atau 24.000 dalam satu juta perhari. Itu jauh lebih rendah dari India, yang menguji 145.920 per-juta populasi menggunakan tes antigen.

Menteri pun Budi bersikeras mengungkap gambaran akurat situasi pandemi di Tanah Air dan dengan menggunakan antigen maka akan menjadi langkah pertama menuju tujuan yang baik untuk penanganan pandemi ke depannya.

AA

Penulis

DS

Editor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed