oleh

Mahfud MD: Pemekaran Madura Bukan Hal Sulit

Sekilas Daerah, Pamekasan – Terkait rencana pemekaran daerah Madura, menjadi Provinsi dan terpisah dari Provinsi Jawa Timur, Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan, bahwa hal tersebut bukan hal sulit.

Menurut Mahfud, kendala-kendala administratif harus segera diselesaikan. Terlebih lagi, tokoh-tokoh Madura saat ini sudah lebih kompak, termasuk bupati dan DPRD-nya.

Mahfud MD mengaku, sejak beberapa tahun lalu ikut terlibat dalam pembahasan rencana pemekaran Provinsi Madura.

“Saya kira kalau Madura sudah memenuhi syarat nanti tinggal di bawa ke DPRD Jawa Timur. Saya kira tidak terlalu sulit asal syarat-syarat minimal itu sudah terpenuhi,” ujar Mahfud MD, Rabu 18 November 2020.

Masyarakat Madura Temui Menko Polhukam

Sebelumnya, Wacana pulau Madura untuk terpisah dari Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan menjadi Provinsi Madura kembali munculnya.

Dari audiensi dengan Panitia Nasional Persiapan Pembentukan Provinsi Madura ini terungkap rencana pemekaran kabupaten Pamekasan yang juga disiapkan sebagai ibu kota Madura.

Wacana perihal pemekaran Kabupaten Pamekasan yang direncanakan akan dipecah dijadikan dua kabupaten (Kabupaten dan Kota) sudah dibahas sejak tahun 2015.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi III DPRD Pamekasan, Ismail saat menemui Panitia Nasional Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (PNP3M) ketika melakukan audiensi di ruangan Komisi II DPRD Pamekasan, Kamis (27/8/2020).

Ismail mengatakan, sejak tahun 2015, Pemkab Pamekasan sudah merencanakan akan membentuk kota kedua yang akan dipusatkan di Kecamatan Waru.

Wacana pemekaran Kabupaten Pamekasan ini sudah dibahas secara matang sampai tahun 2017 hingga menjelang tahun 2019.

Pada tahun itu, kata dia, DPRD Pamekasan juga sudah mempersiapkan kajian tentang kelayakan Pamekasan yang akan dipecah menjadi dua kabupaten atau kota.

Sewaktu itu, juga sempat ada kesepakatan di internal DPRD Pamekasan, bahwa kabupaten baru yang akan dibentuk di Pamekasan ini akan diberi nama Kota Pamekasan. sedangkan kabupaten satunya akan diberi nama Kabupaten Pamekasan.

Sejumlah tokoh masyarakat Madura pun yang terdiri dari ulama, pimpinan pondok pesantren, para rektor perguruan tinggi se-Madura, dan sejumlah anggota DPRD sudah pernah mendatangi Menko Polhukam Mahfud MD.

Kedatangan mereka adalah untuk pemekaran Pulau Madura menjadi provinsi terpisah dengan Jawa Timur.

Mereka meminta agar Mahfud DM yang juga berasal dari Pulau Gatam itu, ikut memperjuangkan keinginan masyarakat Madura tersebut.

“Kami mohon bapak Profesor Mahfud MD untuk bersama-sama mengawal. Kami juga minta kepada bapak profesor untuk menjadi figur utama proses Madura menjadi Provinsi,” ujar Ketua Panitia Nasional Persiapan Pembentukan Provinsi Madura, Ahmad Zaini.

loading…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed