oleh

LPA Kalbar Minta Polisi Usut Penggeroyokan Anak di Pontianak Barat

Sekilas Daerah, Pontianak – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Wilayah Kalimantan Barat (LPA Kalbar) meminta pihak kepolisian untuk kembali mengusut tuntas kasus dugaan tindak pidana kekerasan atau penggeroyokan terhadap anak di bawah umur di Jalan Tabrani Ahmad, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, pada Kamis sore (25/2/2021).

R. Hoesnan selaku Ketua LPA Kabar, mengapresiasi sikap penyidik yang sudah melakukan penyidikan terhadap pelaku lain atas dugaan kekerasan atau pengeroyokan terhadap anak di bawah umur, namun pihaknya tetap meminta agar dimulainya penyidikan atas pelaku atau tersangka yang diduga kuat terlibat namun belum dilakukan penahanan.

“Tidak ada yang kebal, semuanya sama di mata hukum, ya, karena kasus tersebut terlalu lama sudah hampir 1 tahun dari laporan dibuat sudah berjalan dan tersangkanya tidak ditahan,” kata Hoesnan.

Sementara, Kuasa Hukum dari korban Suparman dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pontianak, menjelaskan terkait ketika berkas sudah dilimpahkan kepada kejaksaan pihaknya akan langsung berkirim surat kepada Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak (Kejari Pontianak) agar kasus tersebut segera disidangkan dan dilakukan penahanan terhadap para tersangka.

“Ini agar tidak terkesan tersangka kebal hukum dan juga khawatir berdampak pada psikis korban,” ujar Suparman.

Suparman berharap pelaku yang sudah menjadi tersangka untuk segera segera dilakukan penahanan agar menjamin kepastian hukum dan penegak hukum pun dapat menjalankan tugasnya dengan baik agar kasus yang menimpa kliennya tersebut tidak terkesan ditangani secara tidak serius.

Diketahui sebelumnya, dugaan kekerasan atau penggeroyokan terhadap korban anak berinisial RWA yang berumur 15 tahun yang mana pelakunya ialah keluarganya sendiri sebagaimana Laporan Polisi Nomor: LP/255/II/2020/KALBAR/RESTA PTK/SEKTA PTK BARAT tertanggal 28 Februari 2020, sudah mulai mendapat titik terang.

Penyidik telah melanjutkan kembali perkara pada tanggal tanggal 22 Februari 2021 sesuai dengan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor. B/190/II/RES.1.6/2021 atas Tersangka Saudara E dan disamping itu pula penyidik juga mulai melakukan pemeriksaan penyidikan terhadap pelaku lain yakni Saudara YN sebagaimana Surat Pemberitahuan dimulainya Penyidikan Nomor. SPDP/39/II. RES.1.6/2021 tertanggal 15 Februari 2021, dimana seblumnya penyidik atas laporan tersebut hanya menetapkan satu Tersangka saja.

AA

Penulis

ZF

Editor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed