oleh

Laporan Masyarakat: Kades di Sintang Diduga Korupsi Dana Desa

Sekilas Daerah, Sintang – Beredar Surat yang mengatasnamakan LSM setempat membuat laporan ke Polres Sintang terkait dugaan tindak pidana korupsi terhadap dana desa di Desa Nanga Kesange, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang. Total kerugian keuangan negara mencapai Rp 502.470.000,- sebagaimana yang terlampir di Surat tersebut.

“Terungkapnya kasus ini setelah kami melakukan pemantauan serta penelitian terhadap penyalahgunaan atau penyelewenangan dana APBDes Nanga Kesange, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang Tahun Anggaran 2018 dan tahun 2019,” kata pelapor yang enggan disebutkan namanya dan mengirimkan surat serta data pendukung laporan mereka tersebut, selasa (29/6/2021).

Baca Juga: Rocky Gerung, Sosok Madam Dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos COVID-19 Sudah Terdeteksi oleh Masyarakat

Menurutnya, adanya dugaan tindak pidana korupsi tersebut terungkap setelah dilakukan pengecekan dari website Sistem Informasi Desa (SID) Kementerian Desa dan mencocokkan serta menjabarkan Anggaran Pendapatan Belanja Desa Nanga Kesange pada tahun 2018 dan tahun 2019 dengan keadaan nyata dan fisik dari pembangunan yang berbanding terbalik.

Foto: Tumpukkan Kayu yang terbengkalai tidak digunakan karena Anggaran Desa diduga diselewengkan dan dikorupsi (ISTIMEWA)
Baca Juga: KPK Diminta Memproses Secara Tegas dan Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos yang Menyeret Mantan Menteri Sosial

Guna menindaklanjuti dugaan kasus korupsi tersebut, beberapa masyarakat yang awalnya takut untuk membuat pengaduan atau laporan pun memberanikan diri mengingat agar keuangan negara yang diduga telah diselewengkan oleh oknum aparat desa di Desa Nanga Kesange ini pun agar dapat dikembalikan kepada kas negara. Kemudian pelakunya mendapatkan sanksi sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Kita harapkan kepada Bapak Kajari dan Bapak Kapolres Sintang agar tidaksegan-segan mengusut kasus ini, saya yakin dan percaya penegakan hukum terhadap dugaan korupsi dana desa ini akan dapat dituntaskan,” ujar pelapor menegaskan.

Tya

Penulis

PR

Editor

News Feed