oleh

KPPAD Kalbar: 348 Kasus Kekerasan 29 di Antaranya Kekerasan Seksual terhadap Anak

Sekilas Daerah, Pontianak – Sejak Januari hingga Oktober 2020, ada 348 pengaduan dan non-pengaduan kasus kekerasan terhadap anak yang diterima Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar.

Khusus bulan Oktober 2020, ada 31 pengaduan yang diterima. Dari angka tersebut, terbagi menjadi 29 pengaduan dari Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) sebagai korban dan dua pengaduan ABH sebagai pelaku.

“29 ABH sebagai korban rata-rata didominasi oleh kekerasan fisik dan seksual yang dialami oleh anak,” kata Komisioner KPPAD Kalbar, Tumbur Manalung, Selasa 17 November 2020.

Ia menerangkan, tingginya angka kekerasan terhadap anak di Kalbar dipicu karena perekonomian yang menurun di masa pandemi COVID-19.

Hal ini diyakini membuat tingginya tingkat emosional seseorang yang kemudian menjadi faktor orang-orang melakukan kekerasan fisik terhadap anak.

Menurut Tumbur, selain menurunnya perekonomian di masa pandemi COVID-19, kurangnya pengawasan dan perhatian orang tua menjadi penyebab anak menjadi korban kekerasan seksual.

“Maka dari itu, saya mengajak orang tua untuk selalu memperhatikan dan mengawasi pergaulan anak baik di lingkungan sekitar maupun di lingkungan luar,” ajaknya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed