oleh

Komentar Novel Bamukmin sampai Pengamat Militer dan Intelijen Mengenai Calon Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Sekilas News – Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin  sebagaimana dikutip telusur co.id menyatakan tidak mempermasalahkan keyakinan yang dianutnya.

Namun  Novel mengaku, ada semacam dilema yang menggelayut di benaknya. Karena dikhawatirkan keputusan yang diambil kurang mewakili suara dari mayoritas umat Islam Indonesia.

“Memang suatu dilema kalau suatu kekuasaan atau jabatan dipegang oleh orang yang tidak mewakili mayoritas,” katanya.

Di tangan pemimpin Polri yang muslim saja, kata Novel, ada tindakan kriminalisasi ulama. Bahkan ada pembunuhan terhadap laskar khusus pengawal Habib Rizieq Shihab yang belum kelar kasusnya.

“Kapolri yang muslim, ulama dikriminalisasi bahkan terjadi pembantaian terhadap pejuang Islam yaitu enam laskar yang dibantai, dan ini menjadi kekhawatiran kami,” katanya.

Namun demikian banyak juga yang menilai positif pemilihan calon Kapolri yang berlatar belakang agama nasrani sebagai cermin bahwa Indonesia bukan negara agama.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati yang mengatakan bahwa  munculnya Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri, dengan latar belakang agama kristen akan menjadi nilai plus Indonesia di mata dunia. 

Baca Juga: Ketua Harian Kompolnas: Harus Dijelaskan Prestasi Kapolri Baru, Ada Nggak Catatan Negatif?

“Ini membuktikan kalau Indonesia bukanlah negara agama. Indonesia dengan ke-Bhinekaan Tunggal Ika-nya serta toleransi yang tinggi memiliki Kapolri yang justru bukan dari agama mayoritas,” kata Nuning, saapan akrab Susaningtyas  di Jakarta, Rabu, 13 Januari sebagaimana dilansir Antara.

Sementara itu Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mendukung keputusan Presiden yang menetapkan Sigit sebagai calon tunggal Kapolri yaitu Listyo Sigit Prabowo karena yang bersangkutan telah menunjukkan kemampuannya dalam menjaga nama baik dunia kepolisian Republik Indonesia.

“Rekam jejak beliau selama menempati berbagai posisi sudah menunjukkan kemampuannya dalam menjaga nama baik sekaligus meningkatkan kinerja Polri,” ujarnya pada Rabu, 13 Januari 2021.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed