oleh

Klaim Sapardi, Penggalangan KTP Dukungan Bajo: Demi Keamanan Kota Solo

Sekilas Daerah, Solo – sekilasnews.com mengutip hasil reportase Tirto.id klaim seorang yang bernama Sapardi sebagai operator yang mengumpulkan ribuan KTP dukungan ke Bajo, adalah Sekretaris Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR), organisasi pendukung Prabowo Subianto dalam Pemilu 2019.

Ini adalah Paguyuban Bina Warga Sejahtera menyatakan dukungan kepada Bajo pada Agustus lalu. Di kantor sekretariatnya di Kerten, Kecamatan Laweyan, saat Tirto menemui Sapardi pada akhir November lalu, terlihat tumpukan kertas formulir pendukung Bajo, yang menurut Komisi Pemilihan Umum masuk informasi dikecualikan bagi publik.

Baca Juga:Anak dan Menantu Jokowi Potensi Terpilih Jadi Kepala Daerah

Sapardi ditemui dalam tiga kesempatan berbeda di kantor yang sama untuk mengklarifikasi pernyataan-pernyataan dia, apakah konsisten ataukah saling bertentangan.

Pertemuan pertama disaksikan oleh Agung Priantoro, anak buah Sapardi. Sapardi bukan purnawirawan. Ia simpatisan hingga menjadi pengurus Partai Persatuan Pembangunan sejak 1977.

Ia mengklaim kerja penggalangan suara atau pengumpulan KTP dilakoninya sejak Pemilu 1999. Itu berlanjut kerja-kerja penggalangan KTP untuk calon legislatif. Mudrick Sangidu, tokoh gaek Solo pendiri koalisi ‘Mega-Bintang’ pada akhir kekuasaan Orde Baru, menyebut Sapardi adalah bekas “anak buah” dia ketika Tirto menunjukkan foto Sapardi.

Ketua Dewan Pengurus Cabang Ikadin Solo, Muhammad Taufiq, mengenal Sapardi sebagai “makelar suara” sejak dia jadi pengurus PPP. Sementara Johan Syafaat Mahanani, yang masih tercatat sebagai Wakil Ketua DPC PPP, mengaku pernah ditawari Sapardi untuk membeli KTP dukungan saat ia maju menjadi Caleg DPRD Solo pada 2009.

Dalam arsip berita pada Agustus 2019, Sapardi melaporkan dua pengurus Partai Gerindra Solo ke Polresta Surakarta dengan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Baca Juga: Dugaan KTP Dicatut untuk Dukung Bajo Lawannya Gibran di Pilkada Serentak Solo

Dua pengurus partai itu belum membayar uang saksi kepada 3.468 orang, tuding Sapardi yang menjadi koordinator saksi Partai Gerindra pada Pemilu kemarin. Sapardi mengklaim dia mengumpulkan 60 ribu KTP dukungan untuk Bajo.

“[Saya] dimintai bantu meloloskan [Bajo] karena kaitannya dengan keamanan Kota Solo. Supaya situasi di Solo tetap kondusif. [Gibran] harus ada lawan,” klaim Sapardi.

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed