oleh

Kisah Sedih Seorang Ibu yang Sempat Kirim Video Terakhir Sebelum Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada Putrinya

Sekilas News – Jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ182 pada Sabtu (9/11/2021) kemarin menyisahkan cerita sedih bagi para keluarga yang ditinggalkan. Pasalnya, ada beberapa kenangan yang sempat dibagikan oleh para korban sebelum meninggal dalam pesawat yang jatuh di Kepulauan Seribu tersebut.

Salah satunya adalah soal kenangan video yang dikirim oleh Rusni (44), warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan kepada putrinya Sri Wahyuni. Rusni menjadi korban jatuhnya peswat Sriwijaya bersama dengan suaminya Supianto (37), dan anaknya Abida Dania (2).

Dari video yang dikirimnya tersebut, terlihat suasana Bandara Soekarno Hatta tengah dalam cuaca buruk. Hujan nampak menyertai bandara, dan butiran-butiran air turut hinggap di kaca jendela Sriwijaya SJ182.

Baca Juga: 60 Penyelam Korbrimob Polri Bantu Pencarian Korban dan Puing Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Ketika itu, kata Sri, sang ibu mengabarkan dirinya sudah berada di pesawat yang sudah bersiap-siap menuju landasan pacu untuk take off. Video itu lantas dibagikan ke Sri yang berada di Desa Watengpulu, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

“Hari Sabtu, waktu sudah di bandara mau naik ke pesawat. Dia tanya dan mencari anak saya (cucunya), tapi saat itu panggilan putus, entah karena kuotanya habis atau jaringannya yang jelek,” kata Sri seraya menangis terisak ditemui di rumahnya.

Usai panggilannya yang putus, dia kemudian berusaha menghubungi kembali ibunya, namun ponsel ibunya tidak pernah lagi aktif hingga kini. Saat ini dia hanya terus mendoakan ibunya agar ada keajaiban hingga ibunya ditemukan.

Pihak keluarga juga berharap ada mukjizat dan keajaiban agar keluarganya itu bisa selamat. “Saya masih sangat berharap,” katanya.

Ibu dan adiknya, kata dia, baru pertama kali hendak ke Pontianak dan dijemput oleh sang suami. Awalnya, ayah tiri Sri, Supianto, yang merupakan pengusaha kayu di Pontianak datang ke Pinrang untuk menjemput istri dan anaknya.

“Tanggal 28 Desember 2020, ayah tiri saya datang dari Pontianak dengan maksud untuk menjemput anak istrinya untuk dibawa ke Pontianak. Mereka berangkat 7 Januari kemarin dari rumah ke Bandara Makassar. Di Jakarta bermalam 2 malam untuk menunggu hasil swab-nya,” kata dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed