oleh

Kepala Dinas Pendidikan Sintang: Tatap Muka Belajar Akan Dilakukan Jika Sudah Zona Kuning atau Hijau

Sekilas Daerah, Sintang – Menindak lanjuti SKB 4 Menteri tetang pedoman pembelajaran tatap muka semester genap ini, saat rapat di Bali beberapa hari yang lalu bahwa berkenaan belajar tatap muka di serahkan kepada pemerintah daerah ,artinya seizin bupati , hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang Lindra Azmar pada media Selasa,(4/1/2021).

Yang menjadi catatan adalah zona kuning dan hijau ,sementara untuk kabupaten Sintang saat ini masih zona orange.

“Yang boleh melaksanakan sekolah tatap muka itu yang daerahnya sudah zona kuning atau hijau sementara untuk kabupaten Sintang masih zona orange,” ucapnya.

Baca Juga: Program Suntik Vaksin Serempak Secara Nasional 14 -15 Januari 2021

Pun demikian kata Lindra sebagai tindak lanjut SKB 4 Menteri pihaknya jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Sintang bersama MKKS, kepala Sekolah SMP dan K3S SD, Dewan Pendidikan serta dengan Komisi C DPRD juga OPD terkait, Dinas Kominfo ini akan menggelar rapat koordinasi.

“Kami jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Sintang akan mendiskusikan dan menindaklanjuti SKB 4 Menteri terkait tindak lanjut belajar tatap muka,” bebernya.

Ada yang menjadi perhatian serius terhadap belajar tatap muka yaitu semua siswa harus di swab , jika hal ini dilakukan terhadap seluruh siswa kapan rampung mengingat ribuan siswa sekabupaten tersebut dengan kondisi infrastruktur.

Baca Juga: Pasar Besar Kota Madiun Tutup Sementara, Bentuk Antisipasi Penyebaran Covid-19

“Barangkali jika kita Sintang sudah zona kuning atau hijau ,akan kita mulai belajar tatap muka , paling tidak Sintang kota dulu ,karena bagaimanapun harus ada persetujuan orang tua , jika memang di kecamatan – kecamatan pedalaman pun siswa harus dilakukan swab terlebih dulu ,”tuturnya.

Pihaknya tidak mau ambil resiko ketika nanti sudah dilakukan belajar tatap muka , kasus Covid 19 tidak dapat dihindari seolah-olah sekolah tersebut , dirinya tidak mau seperti itu.

“Sebab itu kita perketat protokoler kesehatan mudah-mudahan hasilnya nanti baik, kemudian saya sudah koordinasi dengan kepala Dinas Pendidikan se Kalbar rata-rata menunda proses belajar tatap muka,” ujarnya.

Terkait dengan dua sekolah percontohan sambung Lindra Kalbar Sintang yang lebih dulu memulai, selanjutnya diikuti kota Pontianak baru berjalan dua bulan, kalbar zona merah, kemudian Sintang juga ada kasus klaster seminari tinggi ,sejak saat itu hingga sekarang sekolah percontohan dihentikan dan belum dizinkan lagi sekolah tata muka.

“Jika nanti sudah zona kuning bukan hanya dua sekolah percontohan saja yang boleh belajar tatap muka tetapi lebih, karena mengacu SKB 4 Menteri diijinkan untuk belajar tatap muka.” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed