oleh

Kenapa Rapid Test Antigen Baru Diberlakukan Sekarang? Ini Penjelasannya

Sekilas News – Sejumlah pemerintah daerah menerapkan kewajiban melampirkan rapid test antigen atau Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi masyarakat yang akan memasuki wilayahnya.

Pemerintah pusat diketahui telah mengganti aturan perjalanan, yang sebelumnya menggunakan rapid test antibodi menjadi rapid test antigen mulai 18 Desember 2020.

Tak sedikit yang mempertanyakan mengapa kebijakan rapid test antigen ini baru diterapkan saat ini. Mengapa pemerintah tidak menerapkan kebijakan ini ketika awal-awal pandemi melanda Indonesia dulu?

Baca Juga: Pevita Pearce Positif COVID-19, Beberapa Seleb Doakan

Baru Ditemukan

Menjawab pertanyaan itu, dilansir dari Kompas.com yang menghubungi Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2ML) Direktorat Jenderal (Ditjen) P2P Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi.

Nadia yang juga sebagai Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kemenkes mengatakan, rapid test antigen ini menurut dia baru ditemukan. Pada awal-awal pandemi COVID-19 melanda Indonesia, lanjut Nadia, alat tes yang ditemukan baru rapid test antibodi.

“Kan rapid test antigen ini baru ditemukan. Awal-awal dulu itu yang ditemukan memang baru rapid test antibodi,” kata Nadia, Sabtu (19/12/2020).

Hanya saja, Nadia belum mengetahui secara persis kapan ditemukannya rapid test antigen ini.

Dia menambahkan, setelah dilakukan penelitian soal rapid test antigen ini dan diketahui hasilnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun memberikan rekomendasi penggunaannya.

“Jadi memang research-nya juga baru selesai, seperti itu. Akhirnya menjadi rekomendasi WHO,” ucap Nadia.

BanyakPertimbangan

Hal senada juga diungkapkan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito.

Wiku mengungkapkan, rapid test antibodi memang lebih dulu ditemukan ketimbang rapid test antigen.

Baca Juga: Ahli: Aksi 1812 Risiko Penularan Tinggi

“Coba cek di internasional apakah RDT Antigen untuk COVID-19 sudah ditemukan sebelum RDT Antibody,” terang Wiku, Sabtu (19/12/2020).

Sementara itu, Sekretaris Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Azhar Jaya mengungkapkan, banyak pertimbangan mengapa pemerintah kini menggunakan kebijakan rapid test antigen.

Salah satunya, yakni dengan semakin meningkatnya kasus COVID-19, maka rapid test antibodi dipandang tidak sudah sesuai.

“Banyak pertimbangannya. Yang jelas dengan semakin meningkatnya kasus maka untuk rapid test antibody dipandang sudah tidak sesuai lagi,” terang Azhar, Sabtu (19/12/2020).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed