oleh

Kenaikan Cukai Rokok, Kabar Baik Tambal Defisit BPJS Kesehatan?

Sekilas Opini – Sebelum lebih jauh mengulas mengenai hal ini ada baiknya dimulai dulu dengan Sejarah dari Sistem Jaminan Kesehatan Dunia yang diproduksi oleh negara-negara di dunia yang merupakan produk dari WHO.

WHO merupakan organisasi yang awalnya dibiayai oleh keluarga Yahudi yaitu Rockefeller Foundation untuk melancarkan agenda ‘New World Order‘ di negara-negara lain.

Meski bukan lagi satu-satunya lembaga filantropi yang disamakan dengan kesehatan global, Rockefeller Foundation (RF) telah memiliki track yang tidak biasa seperti organisasi lainnya. 

Tidak seperti aktor kesehatan global yaitu WHO (Word Health Organization) yang dipaham media saat ini, RF tidak memamerkan perannya tetapi tetap sering berada di belakang layar: kita mungkin menyamakan pengaruhnya yang meluas dengan gaya kerja pendirinya sendiri, seperti yang diamati oleh sekretaris lamanya pada tahun 1925: “Dia tidak pernah ada di sana , namun dia selalu ada ”. (Baca Selengkapnya di sini)

Sejarah Panjang

RF dibentuk pada 1913 oleh John D Rockefeller, seorang boss perusahaan minyak bumi Standard Oil. Tujuannya adalah untuk mempromosikan umat manusia yang ‘well-being‘ di seluruh dunia.

RF berawal dari rumah sakit, gereja, universitas hingga bidang pendidikan, medis serta sains.

Misi international pertama kali RF adalah dengan membentuk International Health Commision untuk mengatasi penyakit malaria, yellow fever dan hookworm di Eropa serta Amerika Latin dan Karibia. (sumber: International Health Division: The Start of Something Big)

Setelah Perang Dunia I berkahir, didirikan sebuah organisasi internasional untuk menjaga perdamaian dunia yaitu League of Nations (1920) atau disebut dengan Liga Bangsa-Bangsa (LBB). Kemudian 2 tahun berikutnya LBB membentuk League of Nations Health Committee and Health Section atau (Komite Kesehatan dan Bagian Kesehatan Liga Bangsa-Bangsa) yang bekerja seperti RF dengan cakupan negara yang lebih luas bukan hanya Amerika Serikat.

Sampai pada saat Komite Kesehatan dan Bagian Kesehatan Liga Bangsa-Bangsa mengalami krisis finansial, RF menjadi ‘penyokong’ utama yang mendanai sebagian besar anggaran operasionalnya.

Pada tahun 1948, setelah LBB dibubarkan, Organisasi Kesehatannya LBB tadi berubah menjadi World Health Organization (WHO) dan RF-IHD (yang sudah berubah nama) akhirnya dibubarkan (tetapi tidak dengan Rockfeller Foundation, masih tetap ada).

Walau RF sudah tidak berada di garis depan international health, tapi mereka masih ikut serta dalam kegiatan yg berkaitan dengan kesehatan dan development (manusia).

Koneksi RF dengan WHO adalah RF merupakan donor terbesar yang ada pada WHO, dimana RF akan ikut serta dalam kegiatan agenda kesehatan dan global development (perkembangan manusia secara global). Misal ini riset dalam agenda ‘depopulasi’ (keluarga berencana) dan itu bisa dibaca di sini

Universal Health Coverage

Satu di antara agenda terbesar WHO adalah Universal Health Coverage (UHC): tujuannya adalah sistem ‘jaminan’ kesehatan atau pelayanan kesehatan dimana konsepnya adalah subsidi silang atau disebut ‘gotong-royong’, orang kaya membayar tagihan kesehatan orang miskin.

Penjelasan WHO mengenai apa itu Universal Health Coverage

Lalu apa masalahnya? Bukankah itu justru baik? Memang baik, bayangkan, tidak peduli pangan politik kamu kanan, sentris maupun kiri, jika kamu mengaku mencintai rakyat kamu, maka UHC akan terlihat sangat manis, bahkan bisa membantu scr elektoral (kecuali selain negara demokrasi)

Halaman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed