oleh

Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Pupuk Non-Subsidi Mulai Diminati Petani di Madura untuk Digunakan

Sekilas Daerah, Sampang – Meski tergolong baru, sebuah pupuk untuk tanaman pertanian yang diproduksi di Jawa Timur mulai merambah ke para petani di Pulau Madura.

Terbukti beberapa petani di beberapa wilayah sudah mulai menggunakan pupuk non-subsidi, karena selain harga murah alasan petani pupuk ini dapat membenahi tanah pasca produksi tanaman atau pasca panen.

Tani subur, sebuah industri produksi alam dolomit dan Phospate Granule yang melakukan kegiatan produksinya di Jawa Timur ini mulai digunakan produknya. Manfaat dari produknya berupa pupuk tanaman pertanian sudah mulai dirasakan oleh para petani setempat.

Karena penggunaannya terkait dengan soal tanah yang harus ditingkatkan kualitas kesuburannya saat pasca panen dan agar tetap bisa ditanami kembali dengan kualitas kesuburan lahan yang terjamin pasca menggunakan pupuk tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Judri, salah satu petani di Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang yang sudah membuktikan penggunaan pupuk tersebut untuk lahan pertaniannya. Ia menjelaskan bahwa dirinya menggunakan pupuk tersebut untuk tanaman padinya.

“Pasca pemupukan dapat dilihat dari kualitas tanaman yang sangat subur dan menghasilkan bulir benih padi yang utuh dan berisi, sehingga hasilnya dipastikan akan lebih bagus dibanding pupuk lain. Jadi, selain untuk hasil tanaman yang lebih baik dan berkualitas juga untuk memperbaiki unsur hara tanah pasca panen,” terang judri, selasa (12/01/2021).

Pupuk Tani Subur ini sudah dilakukan proses uji coba selama 10 tahun untuk pertanian dan perkebunan dan sudah terbukti mutu dan kualitasnya dan juga produsennya berpengalaman di bidang pertanian, seperti yang disampaikan oleh Produsen Pupuk Tani subur, Anton Yuda Pratama.

Baca Juga: Pembelian Pupuk Bersubsidi Dibatasi Petani Kesulitan Karena Langka

Disampaikan juga bahwa Pupuk ini mempunyai fungsi utama yaitu memperbarui unsur tanah yang masam atau jenuh menggunakan kimiawi dari pupuk sebelumnya serta meningkatkan tingkat kesuburan tanah menjadi lebih baik, sehingga proses penanaman bibit akan lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit pada akar dan batang tanaman serta meningkatkan kualitas hasil panen dari sebelumnya.

“Karena biasanya pasca panen, kondisi kualitas kesuburan tanah menurun, sehingga dengan pupuk Tani Subur Perkasa ini diproduksi selain untuk menyuburkan lahan juga mengembalikan kesuburan tanah pasca panen,” papar Anton.

Di Banyuates beberapa petani sudah menggunakan pupuk ini dan sudah bisa menikmati hasil panennya pasca penggunaan pupuk Tani Subur Perkasa tersebut.

Ada dua Produksi Pupuk Tani Subur Perkasa yaitu merek ESP 3.6 yang memiliki kelebihan sangat cocok untuk pemupukan awal dan susulan, memulihkan dan memperbaiki kesuburan tanah secara berangsur-angsur, mengoptimalkan pertumbuhan tanaman, memperbesar persentase terbentuknya bunga menjadi buah dan biji serta sangat efektif untuk semua jenis tanaman pangan dan sayuran.

Sedangkan Pupuk Tani Subur dengan merek PHOSKA, memiliki kelebihan sangat cocok untuk pemupukan susulan, memulihkan tingkat kesuburan tanah menjadi normal kembali, merangsang sel pertumbuhan akar, memperlancar metabolisme tanaman, memperkuat ketahanan tanaman, dan meningkatkan mutu dan kualitas hasil panen serta memberikan efek kesuburan tanah dengan jangka yang lebih panjang.

Foto: Pupuk Pertanian non-subsidi yang digunakan oleh petani di Banyuates

“Sehingga dengan menggunakan pupuk Tani Subur Perkasa ini akan bisa memberikan manfaat keuntungan petani dari hasil panen dari sebelumnya, namun penggunaan harus dilakukan dengan dosis yang tepat,” tambah Anton.

Baca Juga: Kelangkaan Pupuk Masih Terjadi Padahal Sudah Masuk Musim Tanam Padi

Karena harga yang terjangkau meskipun non-subsidi, maka pupuk ini juga bisa memberikan keuntungan bagi petani, dan keberadaan pupuk ini mudah untuk didapat. Sehingga ketika masyarakat kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, Pupuk Tani Subur Perkasa ini bisa menjadi solusi bagi para petani yang kesulitan mendapatkan pupuk.

Untuk memastikan kualitas pupuk ini, dan meyakinkan para petani dari keraguan dalam penggunaan pupuk baru, pihak produsen melakukan demflot atau uji coba penggunaan pupuk di beberapa titik di wilayah Banyuates tepatnya di Desa tebanah.

“Dengan harapan pupuk ini dapat menjadi solusi bagi petani yang mengalami kelangkaan pupuk dan mengeluh mahalnya harga pupuk, karena harga pupuk Tani Subur Perkasa ini hampir sama atau dibawah harga pupuk bersubsidi.” tutup Anton.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed