oleh

Kasus Pengeroyokan terhadap Anak Tidak Ditahan dan Belum Ada Kejelasan

Sekilas News, Pontianak – Pelaku dugaan pengeroyokan pada hari jumat tanggal 28 Februari 2020 di Tabrani Ahmad, Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak dengan korban inisial RWA umur 15 tahun yang tidak lain adalah pamannya sendiri.

Sebagaimana Laporan Polisi Nomor: LP/255/II/2020/KALBAR/RESTA PTK/SEKTA PTK BARAT tertanggal 28 Februari 2020 hingga berita ini terbit belum mendapat kepastian.

Kabarnya orang tua korban belum mengetahui apakah berkas itu masih dikepolisian atau sudah dilimpahkan kejaksaan? karena orang tua korban terakhir menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari penyidik pada tanggal 03 Juli 2020 dengan Surat Nomor: B/741/VII/RES 1.6 /2020, dimana dalam surat tersebut pada intinya menerangkan bahwa penyidik telah mengirim berkas perkara (TAHAP I) ke Kejaksaan Negeri Pontianak dan menunggu kabar hasil penelitian Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengenai lengkap/tidak berkas perkara tersebut.

Disamping itu juga pelaku atau tersangka terhadap pengeroyokan tidak dilakukan penahanan padahal ancaman sudah sudah jelas di atas 5 tahun, entah apa yang menjadi pertimbangan penyidik.

Suparman, S.H., M.H dari LBH Pontianak selaku kuasa hukum korban menilai ada kejanggalan terhadap kasus tersebut.

“Mengapa yang ditetapkan tersangka hanya satu orang pelaku saja padahal itu jelas pengeroyokan yang menyaksikan banyak kok. Pelaku yang lain mana?” kata Suparman melalui via telepon saat dihubungi Sekilas.

Pihaknya meminta kepada pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas pelaku lain yang terlibat, di samping itu pula Suparman meminta kepada pihak kepolisian atau pun kejaksaan agar segera melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan.

“Perkara ini menurut kami terlalu bertele-tele udah hampir 7 bulan lebih belum ada kejelasan kapan pelaku atau tersangka disidangkan, apalagi yang ditunggu, korban sudah ada, saksi-saksi udah diperiksa dan visum juga telah dilakukan.” kata dia.

Sementara R. Hoesnan S.E. selaku Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kalbar, menyayangkan sikap penyidik yang tidak melakukan penahanan terhadap pelaku atau tersangka pegeroyokan anak di bawah umur hal ini menimbulkan kesan seolah-olah pelaku atau tersangka kebal hukum atau ada pihak lain dibelakang yang melindungi tersangka sehingga tidak dilakukan penahanan.

“Ya. Mungkin pihak kepolisian punya pertimbangan lain. Meski pada tingkat kepolisian pelaku atau tersangka pengeroyokan anak di bawah umur tidak dilakukan penahanan kami berharap apabila berkas sudah dilimpahkan Kejaksaan Negeri Pontianak segera melakukan penahanan atas pelaku oleh karena itu pihaknya akan segera berkirim surat kepada Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak untuk segera dilakukan penahanan.” kata Hoesnan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed