oleh

IHSG Menguat dan Akhiri Penurunan Selama Tujuh Hari Berturut-Turut

Sekilas Finance – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,17% pada sesi pertama perdagangan meskipun selang 10 menit sempat anjlok 2,04% ke level 5.742,81, senin, (1/2/2021).

Perlahan-lahan IHSG mulai bangkit dan berhasil berada di zona hijau sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga akhirnya ditutup dengan kenaikan signifikan yang mengakhiri penurunan indeks selama tujuh hari berturut-turut hingga mencapai 88,1% di level 5.862.

Dilansir dari Katadata.co.id, data RTI Infokom menyebutkan bahwa total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 22,39 miliar unit saham pada hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp 24,02 triliun, sedangkan frekuensi 1,88 juta kali.

Ada 350 saham yang ditutup naik, 163 ditutup di zona merah, dan 123 saham stagnan. Indeks sektor saham yang meningkat signifikan pada hari ini adalah pertambangan sebesar 6,67%. Saham dengan kapitalisasi pasar besar yang menopangnya seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang naik hingga 17,12% menjadi Rp 2.600 per saham pada hari ini.

Tercatat juga bahwa nilai transaksi bursa pada hari ini mencapai Rp 23 triliun, di mana investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 329 miliar di pasar regular. Sementar investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 615,95 miliar di seluruh pasar.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan IHSG pada perdagangan hari ini berhasil menguat signifikan.

Baca Juga: Investasi Bodong dengan Skema Ponzi Masih Gentayang di Indonesia

Menurut analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, salah satunya karena tren positif dari indeks manufaktur Indonesia atau purchasing manager index (PMI).

“Tren positif dari PMI Manufaktur Indonesia membuat IHSG naik signifikan. Di samping itu, stabilitas inflasi Tanah Air juga turun menjadi sentimen positif,” kata Nafan Aji dikutip dari Katadata.co.id, Senin (1/2).

Badan Pusat Statistik juga mencatat inflasi pada Januari 2021 mencapai 0,26% dibandingkan bulan sebelumnya. Inflasi disumbang oleh kenaikan harga bahan pangan, seperti cabai merah, ikan segar, dan tempe, hingga tarif tol.

Foto: Inflasi Januari 2021 Sebesar 0,26%

“Dengan inflasi bulanan sebesar 0,26%, maka tingkat inflasi tahunan pada Januari mencapai 1,55%,” ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam Konferensi Pers, Senin (1/2).

Baca Juga: Menkeu Resmi Terbitkan PMK Nomor 6 Tahun 2021

Suhariyanto menjelaskan, tingkat inflasi pada Januari secara bulanan maupun tahunan lebih rendah dibandingkan Desember maupun Januari 2019.

Inflasi pada Desember tercatat 0,45% secara bulanan dan 1,68% secara tahunan. Sementara inflasi Januari 2019 sebesar 0,39% secara bulanan dan 2,28% secara tahunan.

“Dampak Covid-19 masih belum mereda dan membayangi perekonomian banyak negara, termasuk Indonesia. Mobilitas berkurang, roda ekonomi bergerak lambat. Ini berpengaruh ke pendapatan dan permintaan,” tutup Suhariyanto.

Arief

Penulis

DS

Editor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed