oleh

Halalkah Vaksin China yang Datang Ke Indonesia? Begini Tanggapan MUI

Sekilas News – Pengembangan vaksin COVID-19 melibatkan para pakar bidang kesehatan dan WHO. Hal ini bertujuan untuk memonitor dan memastikan, vaksin ini aman digunakan.

Selain itu, kerja sama yang erat dijalin untuk menginvestigasi dan mengkomunikasikan isu-isu yang muncul dalam pengembangan vaksin. Jika ditemukan isu-isu yang perlu ditindaklanjuti, maka pemerintah akan melaporkan ke WHO dan akan dievaluasi oleh Global Advisory Comitte on Vaccine Safety.

Bahkan untuk memastikan kesiapan program vaksinasi COVID-19, pada Rabu lalu (18/11/2020), Presiden Joko Widodo sudah melakukan peninjauan simulasi vaksinasi COVID-19 yang dilakukan Puskesmas Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga: MUI Buka Opsi Tetap Izinkan Vaksin Covid Seandainya Tak Halal

Dari simulasi itu, masyarakat mengikuti seluruh tahapan vaksinasi dari mulai pendaftaran, memperoleh vaksinasi dan menunggu selama 30 menit setelah vaksinasi untuk melihat reaksi penyuntikan vaksin, sebelum diperbolehkan pulang.

Selain itu penetapan regulasi pengadaan vaksin yang dilakukan pemerintah sudah mengikuti standar internasional yang berlaku. Alur perizinan produksi, maupun izin edar juga dilakukan secara ketat untuk memastikan keamanan dan kesesuaian vaksin dengan standar yang berlaku.

“Uji klinis merupakan tahap yang harus dilalui setiap vaksin untuk memastikan aman digunakan manusia dan memiliki efektivitas menghasilkan imunitas tubuh terhadap COVID-19,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, Kamis (19/11/2020) di Kantor Presiden, seperti dikutip covid19.go.id.

“Sekali lagi saya tekankan, vaksin yang akan digunakan nanti aman. Efek samping yang terjadi, hanya bersifat minor dan sementara. Efek samping yang sangat besar sangat jarang ditemui, kita selalu memonitor dan mengantisipasi semua keadaan ini. Vaksin juga dapat melindungi diri kita dan orang lain yang tidak dapat divaksin karena alasan kesehatan tertentu,” tegas Wiku.

loading…

Respon MUI terkait Vaksin Halal

Tim dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih perlu mendalami sejumlah informasi untuk memastikan aspek kehalalan vaksin infeksi virus corona produksi Sinovac. Namun begitu tak dijelaskan rinci informasi tambahan apakah yang masih diperlukan.

Baca Juga: Vaksin Corona Sinovac Tiba di RI, Berapa Harganya?

Ketua MUI, Asrorun Niam Sholeh hanya menjelaskan, sebelumnya tim dari lembaganya bersama Bio Farma serta Badan Pengawas Makanan dan Obat (BPOM) telah berkunjung ke fasilitas produksi Sinovac pada Oktober 2020 lalu.

“Untuk mengaudit aspek kualitas, keamanan serta kehalalan vaksin tersebut,” terang Asrorun dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (07/12).

Asrorun menuturkan, saat ini MUI masih terus berkoordinasi dengan Sinovac dan Bio Farma untuk melanjutkan kajian mengenai aspek kehalalan penggunaan vaksin COVID-19.

“Tim audit dari MUI sudah melaporkan terkait hasil auditing. Ada beberapa catatan yang perlu didalami informasi tambahannya,” tutur dia lagi.

Adapun audit memorandum menurut MUI telah dikirimkan ke perusahaan terkait. MUI juga meminta sejumlah informasi tambahan yang diperlukan sebagai bahan pengkajian vaksin.

Baca Juga: Erick: Kedatangan 1,2 Juta Vaksin Ini Hasil Kerja Sama Lintas Kementerian dan Lembaga

“Kami berharap segera mendapat informasi tambahan tersebut sehingga proses pembahasannya dapat dilakukan Komisi Fatwa MUI,” sambung Asrorun.

Tak hanya informasi tambahan, MUI juga bakal menjadikan rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai izin penggunaan vaksin COVID-19 sebagai salah satu bahan pertimbangan penetapan fatwa.

Pemerintah Indonesia telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin dari perusahaan asal China, Sinovac. Jutaan dosis vaksin ini mendarat di Indonesia pada Minggu (6/12) malam.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan gelombang pertama vaksin bakal ditujukan ke para tenaga kesehatan. Akan tetapi proses vaksinasi masih menunggu lampu hijau dari BPOM dan MUI.

loading…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed