oleh

Gubernur Wayan Koster Keluarkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Dalam Tatanan Hidup Baru

Sekilas Daerah, Bali – Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran bernomor 01 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Dalam Tatanan Kehidupan Baru di Provinsi Bali.

Edaran tertanggal 6 Januari 2021 dan berlaku mulai 9 Januari 2021 itu menyebutkan bahwa:

Semua pihak diingatkan agar lebih sungguh-sungguh, tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab mentaati ketentuan:

a.  Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru; dan

b.  Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Bau.

2.  Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang akan memasuki wilayah Bali haus mengikuti ketentuan sebagai berikut:

a. Bertanggung jawab  atas kesehatan masing-masing, serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang belaku;

Baca Juga: PSBB Jawa-Bali, Pemprov Jawa Timur Tunggu Instruksi Pemerintah Pusat

b. Bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau surat keterangan hasil negatif uji Rapid Tesf Antigen paling lama 7 x 24 jam sebelum keberangkatan, dan mengisi +HAC Indonesia;

c. Bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi darat dan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau surat keterangan hasil negatif uji Rapid Test Antigen paling lama 7 x 24 jam sebelum keberangkatan;

d.  Anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau uji Rapid Test Antigen;

e.  Surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR dan hasil negatif uji Rapid Test Antigen sebagimana dimaksud pada huruf b dan huruf c berlaku selama 14 (empat belas) hari sejak diterbitkan;

f. Selama masih berada di Bali wajib memiliki surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji Rapid Test Antigen yang masih berlaku; dan

Baca Juga: Ternyata Tidak Semuanya Akan Lakukan PSBB pada 11 Januari 2021, Ini Daftar Wilayahnya

g. Bagi PPDN yang berangkat dari Bali, surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau Rapid Test Antigen yang masih berlaku dapat digunakan untuk perjaIanan kembali ke Bali.

3.  Setiap Orang, Pelaku Usaha, Pengelola, Penyelenggara atau Penanggung jawab Tempat dan Fasilitas Umum yang melaksanakan aktivitas, wajib melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan, yaitu:

a.  memakai masker dengan benar;

b.  mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir atau dengan hand sanitizer;

c.  membatasi interaksi fisik dan selalu menjaga jarak;

d. tidak boleh berkerumun; dan

e. membatasi aktivitas di tempat umum/keramaian.

4.  Setiap Orang, Pelaku Usaha, Pengelola, Penyelenggara atau Penanggung jawab Tempat dan Fasilitas Umum yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 3 dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Peundang-undangan lainnya.

5.  Kepada Bupati/Walikota, Camat, Kepala Desa/Lurah, Bandesa Adat se-Bali, serta para pihak terkait agar mengkoordinasikan, mengkomunikasikan, dan mensosialisasikan Edaran ini untuk dilaksanakan dengan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab.

6.  Kepada Panglima Kodam IXUdayana dan Kepala Kepolisian Daerah Bali dimohon untuk melakukan operasi penegakan disiplin guna memastikan terlaksananya Edaran ini secara efektif.

7. Khusus untuk Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, selain melaksanakan ketentuan pada angka 1 sampai dengan angka 4, juga berkewajiban melaksanakan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Baca Juga: PSBB Jawa-Bali Berdampak Bagi Perekonomian Ini Tanggapan Menteri Sri Mulyani

Edaran yang ditanda tangani Gebernur Bali Wayan Koster itu dikeluarkan berdasarkan;

1.  lnstruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disaase 2019 (Covid-19);

2. Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru; dan

3. Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 Tahun 2ß20 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed