oleh

Fakta Unik Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Sambas dalam Pilkada 2020

Sekilas Daerah, Sambas – Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sambas untuk masa kepemimpinan telah usai dilaksanakan. Namun dibalik penyelenggaraan pilkada secara serentak itu, menyisakan sejumlah fenomena unik di dalamnya.

Untuk diketahui sejak menjabat pembentukan Bupati-Wakil Bupati Sambas pada tahun 1950 dijabat oleh R. Djenal Asikin Judadibrata, singkat cerita antara tahun 2001-2006 Bupati Sambas dipilih melalui DPRD, kala itu dijabat oleh Ir.H.Burhanuddin A Rasyid.

Pada Tahun 2006 pemilihan kepala daerah, Ir.H.Burhanuddin A Rasyid kembali maju dan didampingi Wakilnya Juliarti Djuhardi Alwi, saat itu pemilihan Bupati-Wakil Bupati sudah dipilih oleh rakyat bukan DPRD, Ir.H.Burhanuddin A Rasyid dan Juliarti Djuhardi Alwi pun terpilih dan akhirnya menjabat 2 periode pada tahun 2011-2016.

Setelah itu, Juliarti Djuhardi Alwi menjadi Bupati Sambas pada pemilihan kepala daerah tahun 2016 namun dimenangkan oleh H.Atbah Romin Suhaili. Pada pilkada tahun 2020 pertahana gagal untuk melanjutkan pada  periode ke-2 yang mana dikalahkan oleh pasangan H.Satono – Fahrur Rofi yang kini menjabat.

Pasangan ini memenangkan Pilkada Sambas dengan perolehan 85.830 suara, mengungguli tiga paslon lainnya termasuk inkamben yang tergeser ke posisi ketiga suara terbanyak.

Baca Juga: ASN Pamekasan Harus Bersabar Gaji Belum Cair yang Harusnya Cair di Hari Pertama Bulan Januari 2021

Seperti diketahui bahwa sebelum mencalonkan diri sebagai calon Bupati, Satono dan wakilnya Rofi adalah pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Saya eselon III, beliau ini (Rofi) di bawah saya, Kepala Seksi, eselon IV,” ujar Satono.

Bupati terpilih Satono mengawali karirnya sebagai pegawai di Departemen Agama Kabupaten Sambas. Jabatan terakhir yang diembannya adalah Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh pada 2011.

Jabatan yang pernah ia duduki adalah Kepala Bidang Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada 2012 hingga 2015. Setelah itu, Satono diangkat menjadi Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah mulai 2015 hingga 2016.

Pada tahun 2017, Satono dilantik untuk menempati jabatan baru sebagai Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi hingga 2019. Selanjutnya, ia diangkat menjadi Kepala Bagian Pemberdayaan Kemasyarakatan Setda Sambas. Ia hanya enam bulan menempati jabatan itu, lalu dipindahkan lagi menjadi Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas.

Baca Juga: Vaksin Sinovac Diperkirakan Tiba di Melawi Bulan Februari 2021

“Nekat maju di Pilkada, saya dan wakilnya (Rofi) mengajukan permohonan berhenti sebagai PNS ketika itu,” ujar Satono.

Dalam memulai karirnya untuk maju di pilkada Kabupaten Sambas Satono menceritakan bahwa perjuangan yang ia lakukan tidak berjalan mulus, dimana saat itu ia menunggu SK pengunduran dirinya sebagai PNS namun lama tidak kunjung di keluarkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed