oleh

Eks Wakil Ketua KPK: Indonesia Harus Waspadai China!

Sekilas News – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (periode 2015-2019), Laode M Syarif menyoroti adanya ketergantungan Indonesia dengan China.

Padahal, pebisnis asal China terkenal memiliki ‘trick’ jahat dalam menjalankan bisnisnya.

Laode menjelaskan, berdasarkan US-foreign corrupt practices act, sejak 2011 hingga 2020, China merupakan negara yang licik, karena seringkali melakukan pendanaan tidak benar (improper payments).

“Improper pertama itu, adalah China. Disusul Brazil, India, Mexico, Rusia, dan Indonesia. Oleh karena itu, saya takut sekali, ketika China menjadi investor terbesar di Indonesia,” jelas Laode dalam sebuah Webinar, Selasa (8/12/2020).

Seperti diketahui, merujuk data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), China menempati negara nomor urut dua investor terbesar Indonesia sepanjang tahun 2019.

Nilai investasi mencapai US$ 4,7 miliar atau 16,8% dari total investasi ke Indonesia. Proyek yang dibagun oleh Tiongkok di tahun 2019 sebanyak 2.130.

Adapun, realisasi investasi pada Kuartal III-2020, investasi sudah mencatat pertumbuhan positif.

Total investasi yang masuk ke tanah air tercatat Rp 209 triliun. Naik 1,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Penanaman Modal Asing (PMA) pada periode Juli-September 2020 adalah Rp 106,1 triliun, tumbuh 1,1% YoY. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) adalah Rp 102,9 triliun, naik 2,1% YoY.

Pada kuartal III-2020, China pun masih menjadi negara kedua, setelah Singapura. China telah menanamkan investasi di Indonesia, dengan nilai investasi sebesar US$ 1,1 miliar.

Berikut adalah 5 besar negara penyumbang investasi di Indonesia pada kuartal III-2020:

1. Singapura US$ 2,5 miliar
2. Tiongkok US$ 1,1 miliar
3. Jepang US$ 0,9 miliar
4. Hongkong US$ 0,7 miliar
5. Belanda US$ 0,5 miliar

(CNBC Indonesia*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed