oleh

dr. Taufiq: 10 Vaksin WHO Masuk Fase 3 Masih di Bawah Standar, Sinovac adalah Terlucu dari 10 Vaksin Tersebut

Sekilas Kesehatan – Seorang dokter spesialis penyakit dalam yang berasal dari Kota Cirebon, dr. Taufiq Muhibbuddin Waly, Sp.PD membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Pimpinan PB IDI dengan tembusan ke Presiden Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Dalam surat yang berjudul “Cerdaskan Masyarakat Indonesia” itu, dr. Taufiq menjelaskan soal masih belum ada vaksin yang benar-benar tangani Virus Corona (COVID-19).

Kata dia, berdasarkan hasil investigasi terhadap jurnal-jurnal internasional yang dia dapatkan, 10 vaksin unggulan WHO yang telah masuk fase 3 masih di bawah standar (vaksin dagelan).

Baca Juga: Vaksin COVID Sinopharm China: Seberapa Efektif Itu?

Lebih parahnya lagi menurut dia, vaksin asal China, Sinovac adalah vaksin `terlucu` dari 10 vaksin tersebut.

“Di artikel tersebut saya tuliskan bahwa titer antibodi neutralizing Sinovac, bersama dengan CanSinoBio, adalah terendah dari vaksin-vaksin lainnya. Titer antibodi IgG terhadap spike protein SARS COV 2, bersama vaksin Sinopharm, adalah terendah di antara vaksin-vaksin lainnya. Limposit T sitotoksik tidak di periksa pada riset vaksin Sinovac.

Percobaan vaksinasi pada orang tua (≥ 60 tahun), tidak mereka lakukan. Padahal uji coba pada orang tua mutlak harus ada pada uji klinis fase 2 riset vaksin,” ujarnya dalam suratnya yang diterima di satu di antara media online.

Atas dasar itu, dia mengkritik ketua tim Satgas COVID-19 PB IDI, Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM yang meminta supaya Presiden Jokowi dan jajaran kabinetnya menjadi contoh teladan bagi masyarakat Indonesia sehingga tidak ragu-ragu untuk divaksinasi.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Saya Akan Menjadi Orang Pertama Divaksin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed