oleh

Direktur ICJR: Hukuman Mati terhadap Koruptor Bukan Solusi

Sekilas News – Direktur Eksekutif Institute For Criminal Justice Reform (ICJR) Erasmus Napitupul, ancaman pidana mati yang dilontarkan Firli bukanlah tanda ia benar-benar serius memberantas korupsi.

Menurutnya, itu tak lebih sebagai slogan. “Seolah-olah sebagai solusi atas permasalahan korupsi di pemerintahan,” ujar Erasmus, Minggu (6/12/2020).

Baca Juga: Mantan Jubir KPK: Pakai Slogan Hukuman Mati Seolah-Olah Serius Berantas Korupsi

Dalam konteks yang lebih luas, Erasmus bilang hukuman mati hanyalah narasi populis yang digunakan banyak pihak untuk menunjukkan keseriusan dalam menegakkan hukum.

Namun, bukan berarti ia dan ICJR setuju hukuman mati. Mereka bahkan sebaliknya. Menurutnya tidak ada satu pun kejahatan yang dapat diselesaikan dengan menjatuhkan pidana mati bagi para pelakunya.

“Begitu pula dengan kebijakan pemberantasan korupsi,” katanya.

Merujuk pada data Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tahun 2019, negara-negara yang dianggap paling berhasil menekan angka korupsi nyatanya tidak sama sekali memberlakukan pidana mati. Tiga di antaranya Denmark, Selandia Baru, dan Finlandia.

“Sebaliknya, negara-negara yang masih menerapkan pidana mati termasuk untuk kasus korupsi malah memiliki nilai IPK yang rendah dan berada di ranking bawah, termasuk Indonesia (peringkat 85), Cina (80), dan Iran (146),” jelas Erasmus.

Menurutnya narasi pidana mati bagi koruptor menandakan penegak hukum masih berpikir pendek atas penanganan korupsi.

Contoh lain betapa tak efektifnya hukuman mati adalah kasus narkotika. Hukuman mati sama sekali tak terbukti menekan angka peredaran gelap narkotika sampai saat ini, katanya. (Tirto.Id*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed