oleh

Diduga Salahi Prosedur, BPN Mempawah Digugat Petani

“Suparman: sertipikat ditolak karena ada indikasi tumpang tindih (overlap) jadi klien kami heran, padahal tanah yang dikuasai tersebut tidak pernah diperjual belikan kok tiba-tiba bisa timbul sertipikat Hak Guna Bangunan.”

Sekilas Daerah, Mempawah – Diduga menyalahi prosedur dan tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, Suparman mengajukan gugatan pembatalan Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) milik Asmadin ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pontianak, Selasa (26/01/2021).

Suparman, Kuasa Hukum Asmadin mengungkapkan bahwa gugatan tersebut sudah ia daftarkan pada Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak dengan perkara nomor:3/G/2021/PTUN.PTK tertanggal 26 Januari 2021.

“Gugatan ini diajukan karena berdasarkan informasi yang kami terima dari klien kami bahwa tanah tersebut sudah dikuasainya secara fisik sejak tahun 1960 berdasarkan alas Hak Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dikeluarkan oleh Kantor Kecamatan Mempawah Hilir akan tetapi setelah diajukan permohonan penerbitan sertipikat ditolak karena ada indikasi tumpang tindih (overlap) jadi klien kami heran, padahal tanah yang dikuasai tersebut tidak pernah diperjual belikan kok tiba-tiba bisa timbul sertipikat Hak Guna Bangunan.” ujar Suparman kepada jurnalis sekilas news.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (27/01/2021)

Baca Juga: Tanah Warga Bersengketa dengan Dua Perusahaan, Ini Tanggapan Humas PT MEG yang Turut Bersengketa

Lebih lanjut, Suparman mengungkapkan bahwa sebelumnya seorang petani di Dusun Kembang Lada Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah terkejut karena tanah tersebut sudah memiliki sertipikat di BPN.

“Padahal tanah tersebut masih dalam bentuk SKT dan ketika hendak didaftarkan ke BPN, eh sudah ada sertipikat atas tanah tersebut,” ujar Suparman.

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, belum membuahkan hasil.

“Akhirnya, persoalan ini kami bawa ke jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak.” tutup Suparman.

Zefi

Penulis

DS

Editor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed