oleh

Densus 88 Polri Menangkap Buronan Tersangka Pemimpin Jemaah Islamiyah di Lampung

Sekilas News – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri telah menangkap seorang pria yang diyakini sebagai pemimpin militer jaringan Jemaah Islamiyah yang terkait dengan al-Qaeda yang telah lolos dari penangkapan sejak 2003, dan diduga terlibat dalam pemboman Bali tahun 2002.

Aris Sumarsono, yang dikenal sebagai Zulkarnaen, ditangkap Kamis malam oleh Densus 88 tanpa perlawanan dalam penggerebekan di sebuah rumah di Kabupaten Lampung Timur di pulau Sumatera, menurut pernyataan dari Kabag Penum Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan.

“Zulkarnaen diduga terlibat dalam pembuatan bom yang digunakan dalam serangkaian serangan, termasuk bom Bali tahun  2002 yang menewaskan 202 orang, sebagian besar wisatawan asing termasuk 88 warga Australia, dan serangan tahun 2003 terhadap hotel JW Marriott di Jakarta, ibu kota Indonesia, yang menewaskan 12 orang.” kata Ramadhan (Sabtu 12/12/2020).

Dia mengatakan Zulkarnaen, seorang ahli biologi yang termasuk di antara militan Indonesia pertama yang pergi ke Afghanistan untuk pelatihan, juga dituduh menyembunyikan Upik Lawanga, pembuat bom lain dan anggota kunci Jemaah Islamiyah. Lawanga ditangkap polisi kontraterorisme di Lampung pekan lalu. Dia telah lolos dari penangkapan sejak 2005 setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam serangan yang menewaskan lebih dari 20 orang di sebuah pasar di Poso, yang dikenal sebagai sarang militansi Islam di pulau Sulawesi, Indonesia.

Baca Juga: Densus 88 AT Tangkap Enam Terduga Teroris di Lampung, Padang, dan Batam

“Dia ditahan dan diperiksa penyidik,” kata Ramadhan tentang Zulkarnaen, seraya menambahkan bahwa polisi masih melakukan pemeriksaan di rumahnya di Lampung.

Polisi mengatakan mereka diberi tahu ke lokasi Zulkarnaen dalam penggerebekan setelah menginterogasi beberapa tersangka militan yang ditangkap akhir bulan lalu.

Sejak Mei 2005, Zulkarnaen telah terdaftar dalam daftar sanksi al-Qaeda oleh dewan keamanan PBB karena dikaitkan dengan Osama bin Laden atau Taliban. Dewan Keamanan mengatakan bahwa Zulkarnaen adalah salah satu perwakilan al-Qaeda di Asia Tenggara dan salah satu dari sedikit orang di Indonesia yang pernah berhubungan langsung dengan jaringan Bin Laden.

Dikatakan bahwa Zulkarnaen memimpin pasukan pejuang yang dikenal sebagai Laskar Khos, atau Pasukan Khusus, yang anggotanya direkrut dari sekitar 300 orang Indonesia yang dilatih di Afghanistan dan Filipina.

Ia menjadi kepala operasi Jemaah Islamiyah setelah pendahulunya, Encep Nurjaman, atau yang juga dikenal dengan Hambali yang ditangkap di Thailand pada 2003.

Dalam dekade berikutnya, pasukan keamanan Indonesia menghancurkan jaringan Jemaah Islamiyah, yang didukung oleh AS dan Australia, membunuh para pemimpin dan pembuat bom serta menangkap ratusan militan. Tetapi ancaman baru telah muncul dalam beberapa tahun terakhir dari simpatisan kelompok ISIS, termasuk orang Indonesia yang melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk berperang dengan ISIS.

Serangan di Bali yang terjadi pada 12 Oktober 2002 menewaskan orang dari 21 negara, termasuk 88 warga Australia, 38 warga Indonesia, 28 warga Inggris, dan tujuh warga Amerika. 

Seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dalam Paddy’s Bar di distrik Kuta di pulau itu, menewaskan banyak orang secara instan dan memaksa yang lain lari keluar. Seorang pelaku bom bunuh diri lainnya meledakkan bom mobil di jalan di depan Sari Club, di seberang Paddy’s Bar. Sebuah bom tambahan diledakkan di depan konsulat AS di Denpasar.

loading…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed