oleh

Cium Pipi, Pemuda Ini Dituntut 7 Tahun Penjara

“Tuntutan jaksa itu terlalu berlebihan dan tidak sebanding dengan apa yang diperbuat dan dilakukan.” ujar Rudy.

Sekilas Hukum, Pontianak – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ke­jaksaan Negeri Pontianak, Kalimantan Barat menuntut terdakwa N Alias AR huku­man penjara selama 7 tahun dan den­da 200 Juta Rupiah.

Pihak Keluarga menilai tuntutan hukum ini dirasa tidak sebanding dengan perbuatan terdakwa yang hanya mencium pipi kanan. Meski Korbannya merupakan anak di bawah umur.

Rudy Farcison, S.H., Kuasa hukum terdakwa, men­gatakan tuntutan jaksa itu terlalu berlebihan dan tidak sebanding dengan apa yang diperbuat dan dilakukan.

“Meskipun di dalam ancaman perbuatan terdakwa itu menganut straf minima (Hukuman Minimal), semestinyaJaksa Penuntut Umum (JPU) mempertimbangkan umur dari terdakwa yang masih 18 tahun lebih, bukan serta merta dituntut 7 tahun, ini tidak logis. Malah merusak masa depan terdakwa sendiri yang masih panjang, nanti kami akan melakukan pembelaan.” ujarnya usai mendengarkan Bacaan Surat Tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Pontianak secara virtual.

loading…

Kronologis

Kejadian bermula pada Juni 2020, terdakwa menginap di kost milik A temannya. Keesokkan harinya EP  yang juga temannya meminjam sepeda motor milik Terdakwa N untuk menjemput Korban PP.

Ketika berada  di dapur kost, terdakwa  melihat pintu kamar tertutup ketika terdakwa  mau masuk kamar mengambil baju. Saat terdakwa  masuk ke kamar dan menutup pintu untuk mengambil baju. Ia sudah melihat Korban PP duduk di tempat tidur lagi main HP.

Saat terdakwa N mengecas HP ia mendekati korban PP dan duduk di sebelahnya. Kemudian terdakwa  memegang wajah korban dengan menggunakan kedua tangannya.

Karena tidak ada respon terdakwa langsung mencium pipi kanan korban lalu korban merespon, “eh ngapa kau nih kacau-kacau aku?” dan korban PP hanya mencubit lengan kanan terdakwa. Melihat reaksi dari korban PP tersebut terdakwa  tidak melakukan apapun dan langsung pergi ke Siantan menginap di rumah pamannya.

Atas perbuatannya terdakwa dilaporkan oleh keluarga korban dan diancam pidana dalam Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed