oleh

Berapa Lama Sih Jangka Waktu Penahanan Menurut Hukum? Ini Penjelasannya…

Sekilas Hukum – Mungkin ketika orang berhadapan dengan hukum sering mendengar istilah penahanan? Apa sebenarnya yang dimaksud penahanan itu? Dan mengapa seseorang harus ditahan? Berapa jangka waktu penahanan tersebut?

Penahanan Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 21 KUHAP yakni: Penahanan adalah penempatan tersangka atau terdakwa ditempat tertentu oleh penyidik atau penuntut umum atau Hakim dengan penetapannya dalam hals erta menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini.

Baca Juga: Tak Perlu Khawatir, Ketahui Hak-Hak Anda Ketika Menjadi Tersangka dan Terdakwa

Jangka waktu penahanan baik dalam tingkat penyidikan di kepolisian, penuntutan pada kejaksaan maupun pemeriksaan di pengadilan negeri, pengadilan tinggi dan Mahkamah Agung, diatur dalam Pasal 24 KUHAP sampai dengan Pasal 29 KUHAP, dengan perhitungan sebagai berikut:

Pihak Yang Melakukan PenahananInstansi Yang Melakukan PenahananJangka Waktu PenahananJangka Waktu Perpanjangan PenahananDasar Hukum Penahanan
PenyidikKepolisian20 Hari40 Hari, diperpanjang oleh Penuntut UmumPasal 24 ayat (1) dan (2) KUHAP
Penuntut UmumKejaksaan30 Hari20 Hari, diperpanjang oleh Ketua Pengadilan NegeriPasal 25 ayat (1) dan (2) KUHAP
Hakim Pengadilan NegeriPengadilan Negeri30 Hari60 Hari, diperpanjang oleh Ketua Pengadilan NegeriPasal 26 ayat (1) dan (2) KUHAP
Hakim Pengadilan TingggiPengadilan Tingggi30 Hari60 Hari, diperpanjang oleh Ketua Pengadilan TinggiPasal 27 ayat (1) dan (2) KUHAP
Hakim Mahkamah AgungMahkamah Agung50 Hari60 Hari, diperpanjang oleh Ketua Mahkamah AgungPasal 28 ayat (1) dan (2) KUHAP

Jangka waktu penahanan dikecualikan terhadap tindak pidana tertentu yang ancamannya diatas 9 (sembilan) tahun atau hal tersangka atau terdakwa menderita gangguan fisik atau mental yang berat sebagaimana diatur dalam Pasal 29 ayat (1) dan (2) KUHAP.

Namun apabila pemeriksaan melewati jangka waktu maksimum yang telah ditentukan maka penyidik, Penuntut Umum Atau Hakim yang melakukan pemeriksaan harus mengeluarkan Tersangka atau Terdakwa dari tahanan demi hukum atau dengan sendirinya penahanan terhadap Tersangka atau Terdakwa batal menurut hukum.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed