oleh

Benarkah Gejala Baru COVID-19 Namanya Parosmia? Ini Penjelasannya…

Sekilas Kesehatan – Hilangnya kemampuan untuk mencium aroma atau anosmia merupakan salah satu gejala COVID-19 sejak lama. Namun, tahukah Anda bahwa baru-baru ini muncul gejala baru berupa parosmia, yakni kondisi yang membuat pasien mendeteksi bau tidak sedap lewat indra penciuman.

Dilansir dari detik.com yang melansir Sky News, Ahli bedah telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dari ENK UK, Profesor Nirmal Kumar, menyebutkan parosmia merupakan gejala aneh sekaligus unik pada COVID-19. Pasien biasanya menghirup aroma belerang dan benda terbakar lainnya, sehingga mengganggu indra penciuman.

Gejala COVID-19 awalnya berupa anosmia atau kehilangan indra penciuman. Gejala ini sudah dideteksi sejak Maret 2020.

Baca Juga: Delirium Merupakan Gejala Baru COVID-19?

Profesor Kumar mengatakan, beberapa pasien COVID-19 di Inggris yang awalnya mengidap anosmia, kini mengalami parosmia sehingga penciuman mereka cukup terganggu. Parosmia juga dikatakan sebagai gejala panjang COVID-19, di mana kondisi ini dapat berlanjut selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah penyakit awal.

“Virus ini memiliki keterkaitan dengan saraf di kepala dan khususnya, saraf yang mengontrol indra penciuman. Mungkin memengaruhi saraf lain juga, seperti neurotransmiter yang mengirim pesan ke otak,” ungkapnya.

Baca Juga: Apa Itu 4 Tier Aturan Baru Di Inggris Terutama London dan Inggris Tenggara?

Daniel Savedki, seorang bankir berusia 24 tahun yang tinggal di London, mengatakan dia kehilangan indra perasa dan penciumannya selama dua minggu setelah tertular virus corona pada Maret. Kini ia pun mengidap parosmia, sehingga tidak bisa mencium bau makanan tertentu.

Untuk menghilangkan parosmia, pasien bisa melatih indra penciuman seperti menghirup aroma minyak kayu putih selama 20 detik. Hal ini bertujuan agar indra penciuman normal kembali.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed