oleh

Banjir Besar di Pengaron Rendam 6 Desa, Air Hampir Capai Atap Rumah Warga

Sekilas Daerah, Banjar – Curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari ini membuat banjir besar di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Selasa (12/1/2021) pagi.

Beredar sebuah video yang berdurasi 15 detik, memperlihatkan ketinggian air di depan gerbang selamat datang di Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, dengan kondisi air hampir menyentuh atap rumah warga.

Mada, salah satu anggota komunitas Expose Borneo mengatakan, ketinggian debit air di Pengaron saat terus saja naik.

“Ketinggian air di Pengaron salah satunya Desa Sungai Raya diperkirakan sekitar 160 centimenter,” bebernya.

Dia juga mengatakan, meminta tolong kepada Basarnas, BPBD, ataupun yang mempunyai perahu karet agar segera dan secepatnya untuk mengevakuasi korban banjir. Banyak korban yang terjebak banjir di dalam rumah tidak bisa kemana-mana.

Baca Juga: Puluhan Rumah Warga Terendam Banjir, BPBD Tidak Siapkan Tempat Warga Memilih Tetap Tinggal

“Banyak warga yang Lansia, serta anak anak, bahkan ada orang yang tidak bisa jalan karena lumpuh terjebak banjir. Sekali lagi saya mohon bantuan kepada siapa saja yang mempunyai perahu karet agar secepatnya mengevakuasi warga yang di sana,” ucapnya.

Dia mengakui, ketinggian air saat ini terus bertambah, diperkirakan lebih tinggi dibandingkan banjir besar yang pernah terjadi pada tahun 2006. Banjir besar ini karena di wilayah hulu atau pegunungan wilayah Sungai Pinang air terus mengalir ke wilayah Kecamatan Pengaron, setelah hujan deras tadi malam.

Sementara itu, Kapolsek Pengaron Iptu Harry Bombay, saat dikonfirmasi, membernarkan, kondisi banjir besar terjadi di wilayah Pengaron, dimana air terus naik dan menggenangi permukiman warga. “Ya, benar, kondisi air saat ini terus naik,” bebernya.

Dia juga mengatakan, setidaknya ada 6 desa di Kecamatan Pengaron yang terendam banjir yakni Desa Benteng, Pengaron, Mangkauk, Lobang Baru, Lok Tunggul dan Antaraku.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Basarnas Kalsel sedang dalam perjalanan menuju Kecamatan Pengaron, guna melakukan evakuasi. (KanalKalimantan.com*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed