oleh

Apa sih Maksud Unsur “Perintah” sebagai Syarat Seseorang Disebut Pekerja?

Sekilas Hukum – Tiga undang-undang di bidang perburuhan lahir setelah reformasi.Tiga undang-undang itu yaitu:

  1. Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh;
  2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketengakerjaan dan;
  3. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.

Meskipun ada sejumlah kekurangan pada undang-undang-undang-undang itu, dapat dikatakan bahwa tiga undang-undang tersebut merupakan perbaikan atas sejumlah undang-undang yang ada sebelumnya, misalnya:

Baca Juga: Gimana Sih Alur Menyelesaikan Perselisihan Hubungan Industrial?
  1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1957 tentang Penyelesaian Perselisihan Perburuhan;
  2. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1964 tentang Pemutusan Hubungan Kerja di Perusahaan Swasta, dan;
  3. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Mengenai TenagaKerja.

Apa itu Hubungan Kerja?

Perbaikan-perbaikan yang dibawa oleh Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (selanjutnya disingkat UK) adalah pengaturan mengenai hubungan kerja. Hubungan kerja merupakan hubungan hukum antara pengusaha dan pekerja/buruh.1 Pasal 1 angka 15 UK menegaskan, “Hubungan kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja/buruh berdasarkan perjanjian kerja, yang mempunyai unsur pekerjaan, upah, dan perintah”.

Rumusan tentang hubungan kerja di dalam Bab I ini diikuti dengan Bab IX tentang Hubungan Kerja. Bab IX UK ini terdiri atas 17 pasal.Dengan demikian di dalam UK, khusus mengenai hubungan kerja, diatur di dalam 17 pasal (terdiri atas pasal 50 sampai dengan pasal 66) ditambah satu pasal, yaitu pasal 1 angka 15.

Apa sih Unsur-Unsur hubungan Kerja atau yang Membuat Anda disebut Pekerja?

Adapun unsur-unsur hubungan kerja itu adalah:

  1. Pekerjaan;
  2. Upah, dan;
  3. Perintah.

Hubungan hukum yang secara kumulatif berunsur pekerjaan, upah, dan perintah, merupakan hubungan kerja. Tiga hal ini merupakan unsur pembentuk agar hubungan hukum merupakan hubungan kerja.

Baca Juga: Tips-Tips Ketika Hak-Hak Normatif Anda Tidak Dipenuhi oleh Pengusaha

Ketiga hal ini merupakan hal yang amat penting untuk menentukan apakah hubungan hukum tertentu merupakan hubungan kerja atau bukan hubungan kerja. Dikatakan demikian sebab ada konsekuensi yang amat berbeda jika sesuatu diklasifikasikan hubungan kerja atau bukan hubungan kerja. Ada hubungan kerja berarti ada pekerja.

Apa sih Maksud Unsur “Perintah”?

Tidak ada kejelasan makna “perintah” sebagai unsur pembentuk hubungan kerja di dalam 18 pasal di dalam UK, termasuk di dalam penjelasan pasal-pasal tersebut. Akibat ketidakjelasan makna “perintah” sebagai unsur pembentuk hubungan kerja tersebut ada kesulitan untuk menentukan apakah hubungan hukum tertentu merupakan hubungan kerja atau bukan.

Di dalam Burgerlijk Wetboek atau Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (selanjutnya disingkat BW atau KUHPer) juga ditemukan istilah “perintah” (terjemahan), yaitu di dalam pasal 1601 a. Pasal 1601 a BW menegaskan, “persetujuan perburuhan adalah persetujuan dengan mana pihak yang satu, si buruh, mengikatkan dirinya untuk di bawah perintahnhya pihak lain, si majikan, untuk sesuatu waktu tertentu, melakukan pekerjaan dengan menerima upah”.

Baca Juga: Apa itu RV, HIR, RBg, dan AB serta Fungsinya

Menurut BW “perintah” merupakan elemen persetujuan perburuhan atau perjanjian kerja. Di dalam BW pun tidak dijelaskan tentang makna “perintah”. Namun demikian kata “perintah” di dalam BW lebih jelas daripada makna “perintah” di dalam pasal 1 angka 15 UK. Di dalam BW kata “perintah”merupakan bagian frase “di bawah perintah untuk melakukan pekerjaan”.

Dengan demikian menurut BW kata “perintah” harus ditautkan dengan dilakukannya pekerjaan. Dengan pendekatan komparasi makna “perintah”yang terkandung di dalam BW dapat ditarik semakna dengan makna “perintah” di dalam pasal 1 angka 15. Dengan demikian salah satu elemen makna kata “perintah” di dalam pasal 1 angka 15 adalah bahwa perintah harus ditautkan dengan dilakukannya pekerjaan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed