oleh

Apa itu Terlapor, Tersangka, Terdakwa, dan Terpidana

Sekilas Hukum – Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) atau lebih dikenal dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana yang merupakan aturan pelaksana dari hukum pidana memang tidak menjelaskan secara ekplisit mengenai penjelasan Terlapor.  

Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) hanya menjelaskan mengenai pengertian  laporan sebagaimana disinggung  dalam Pasal 1 angka 24 KUHAP, Laporan adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang  karena hak atau kewajiban berdasarkan undang-undang kepada pejabat yang berwenang tentang telah atau sedang atau diduga akan terjadinya peristiwa pidana.

Baca Juga: Pemberlakuan Hukum Pidana di Indonesia

Menurut mantan Hakim Agung Prof Komariah Emong Sapardjaja, Laporan menjadi dasar dari suatu penyelidikan tindak pidana yaitu ditahap penyidikan, maka dari penjelasan diatas terlapor ialah orang dilaporkan  atas tindak tindak pidana atau dilaporkan karena oleh suatu sebab dari pelapor. Kemudian polisi melakukan penyelidikan apakah benar ada tindak pidana atau tidak atas peristiwa yang dilaporkan.

Tersangka menurut Pasal 1 angka 14 KUHAP adalah  merupakan orang yang karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana, Artinya “saat seseorang dinyatakan sebagai Tersangka berarti sudah ada bukti permulaan yang cukup bahwa seseorang itu patut diduga sebagai pelaku tindak pidana. Dalam perkembangannya penetepan tersangka sudah masuk dalam objek praperadilan sebagaiman putusan Mahkkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014, artinya seseorang yang merasa keberatan atas penetapan tersangka atas dirinya berhak mengajukan praperadilan untuk menentukan apakah penetapan tersangka yang dilakukan penyidik sah atau tidak.

Terdakwa menurut Pasal 1 angka 15 KUHAP  adalah seorang tersangka yang dituntut, diperiksa dan diadili di sidang pengadilan. Dengan kata lain orang yang sudah menyandang status sebagai terdakwa telah diduga kuat melakukan tindak pidana.

Terpidana menurut Pasal 1 angka 32 KUHAP adalah seorang yang dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Baca Juga: Beda, Pidana Penjara, Pidana Kurungan, dan Pidana Tutupan

Dari pengertian di atas penulis menyederhanakan agar lebih mudah membedakan antara Terlapor, Tersangka, Terdakwa dan Terpidana, dengan penyederhanaan sebagai berikut:

Terlapor itu belum tentu jadi tersangka dan prosesnya pasti hanya ditingkat penyelidikan dan penyidikan pada kepolisian.

Tersangka sudah pasti terlapor dan prosesnya sudah pasti melalui penyidikan yang berada ditingkat kepolisian hingga kejaksaan.

Terdakwa sudah pasti tersangka dan prosesnya sudah berada pada tahap pemeriksaan di pengadilan artinya ketika tersangka sudah disidang dipengadilan maka statusnya sudah berubah menjadi Terdakwa.

Terpidana sudah pasti terdakwa dan prosesnya sudah ada putusan pengadilan tetap yang menyatakan terdakwa itu bersalah artinya ketika terdakwa sudah mendapat putusan bersalah dan Terdakwa itu tidak mengajukan keberatan dengan tenggang waktu yang disediakan maka sejak itu statusnya berubah jadi Terpidana.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed