oleh

Apa itu Hukum?

Sekilas Hukum – Sebelum berbicara tentang hukum, tentunya kita harus mengetahui apa hukum itu sendiri.

Hingga sekarang para sarjana atau ahli hukum masih belum mendapat kata sepakat tentang perumusan pengertian tentang hukum.

E. Utrecht mengatakan bahwa “Hukum aadalah himpunan petunjuk-petunjuk hidup (perintah-perintah dan larangan-larangan) yang mengatur tata-tertib dalam suatu masyarakat, dan seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan, oleh karena pelangaran petunjuk hidup tersebut dapat menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah”.

Baca Juga: Apa Itu Hukum Administrasi Negara?

Sudiman Kartohadiprojo mengatakan bahwa: “Hukum adalah pikiran atau anggapan orang adil atau tidak adil mengenai hubungan antara manusia

Mochtar Kusumaatmaja mengatakan: “Hukum adalah keseluruhan kaedah-kaedah serta asas-asas yang mengatur pergaulan hidup manusia dalam masyarakat yang bertujuan memelihara ketertiban yang meliputi lembaga-lembaga dan proses-proses guna mewujudkan berlakunya kaedah itu sebagai kenyataan dalam masyarakat”.

Subyek hukum adalah segala sesuatu yang menurut hukum mempunyai hak dan kewajiban, subyek hukum sendiri terbagi menjadi 2 (dua) yakni orang (Persoon) dan Badan Hukum (Recht Persoon).

Sedangkan yang menjadi obyek dalam hukum Adalah segala sesuatu yang bermanfaat bagi subjek hukum dan dapat menjadi objek dalam suatu hubungan hukum.

Baca Juga: Istilah Hukum Tata Negara di Indonesia

Asas-asas dalam hukum terdiri dari:

  1. Lex superior derogat Legi inferior yaitu hukum yang lebih tinggi mengesampingkan hukum yang lebih rendah;
  2. Lex specialis derogat Legi generalis undang-undang yang khusus mengesampingkan undang-undang yang umum;
  3. Lex Posterior Derogat Legi Priori undang-undang yang baru mengesampingkan undang-undang yang lama

Sumber Hukum adalah asal mulanya hukum, yaitu segala sesuatu yang menimbulkan aturan-aturan hukum sehingga mempunyai kekuatan mengikat. Sumber hukum sendiri dibagi menjadi 2 (dua) antara lain:

  1. Sumber Hukum Materiil terdiri dari filosofis, sosiologis, dan historis;
  2. Sumber Hukum Formil terdiri dari Undang-Undang, Kebiasaan, Jurisprudensi, Traktat dan Doktrin.

Hukum dilihat dari bentuknya terdiri dari Hukum Tertulis, yaitu hukum yang tertulis dalam bentuk peraturan perundang-undangan dan Hukum Tidak Tertulis, yaitu hukum yang tumbuh dan berkembang dalam keyakinan masyarakat dan diikuti serta ditaati oleh masyarakat.

Baca Juga: Pemberlakuan dan Pengertian Hukum Perdata di Indonesia

Hukum dilihat dari isinya terdiri dari Hukum publik, adalah hukum yang mengatur kepentingan umum dan hubungan seseorang dengan negara.

Contoh: hukum pidana, hukum tata negara, hukum administrasi negara. dan Hukum privat, hukum yang mengatur kepentingan perorangan, atau dengan kata lain dapat disebut sebagai hukum yang mengatur hubungan seseorang dengan orang yang lainnya.

Contoh: hukum perdata, hukum dan dagang

Hukum dilihat dari waktu berlakunya terdiri dari: Ius constitutum adalah hukum yang berlaku pada masa tertentu dan wilayah tertentu dan Ius constituendum hukum yang diharapkan akan berlaku atau dengan kata lain sebagai hukum yang dicita-citakan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed