oleh

Apa Itu Black Box? Seberapa Pentingkah Itu Kenapa Dicari?

Sekilas Teknologi – Pencarian korban dan badan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 terus dilakukan oleh tim gabungan hingga kemarin (12/1/2021).

Pencarian kemarin, Selasa (12/1), dilakukan di tiga sektor melalui udara.

SAR Unit (SRU) Udara melaksanakan searching, menemukan debris atua serpihan kecil badan pesawat di permukaan laut yang selanjutnya ditindaklanjuti SRU Laut.

Sementara area permukaan dibagi dalam 6 sektor. Perluasan area pencarian tersebut diperlukan mengingat sebagian serpihan pesawat maupun bagian tubuh korban hanyut terbawa arus.

“SRU bawah laut, tetap melaksanakan penyelaman di area jatuhnya pesawat,” ungkap Kabasarnas Marskal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito tadi malam (Senin, 11/11/2020).

Kotak hitam atau black box menjadi salah satu komponen yang paling dicari saat terjadi kecelakaan pesawat. Kotak Hitam memiliki fungsi penting dalam membantu menyatukan penyebab kecelakaan pesawat. Lalu apa yang disebut sebagai kotak hitam?

Perekam data penerbangan elektronik Black box merupakan istilah umum yang digunakan dalam industri penerbangan sebagai electronic flight data recorder atau perekam data penerbangan elektronik.

Benda ini ditemukan oleh ilmuwan Australia bernama Dr. David Warren tahun 1950-an. Unit demonstrasi black box pertama diproduksi pada tahun 1957. Tahun 1960 Australia menjadi negara pertama yang mewajibkan penggunaan black box untuk penerbangan komersial, setelah tragedi kecelakaan pesawat di Queensland.

Baca Juga: Kemenhub Akui Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Sempat Dikandangkan 9 Bulan

Black box pada dasarnya adalah hard drive yang diperkuat berfungsi untuk merekam segala sesuatu mengenai riwayat suatu penerbangan.

Dilansir dari FlightRadar24, yang disebut black box adalah Cockpit Voice Recorder (CVR), Flight Data Recorder (FDR), atau kombinasi keduanya seperti yang dimiliki pesawat modern.

CVR merekam dan menyimpan sinyal audio di dalam kokpit, termasuk rekaman percakapan pilot, diskusi awak, pengumuman ke penumpang, transmisi radio, suara mesin, hingga alarm otomatis. CVR secara otomatis akan menghapus data audio lebih dari dua jam sejak penerbangan terakhir.

Sementara FDR merekam beragam data tentang semua aspek pesawat saat terbang. Data yang direkam FDR mencangkup sekitar 700 parameter berbeda, termasuk kondisi sayap, autopilot, pengukur bahan bakar, ketinggian pesawat, kecepatan udara, hingga arah pesawat.

Tidak berbentuk kotak dan tidak berwarna hitam Meski dinamai demikian, black box atau kotak hitam tidak memiliki bentuk kotak dan tidak berwarna hitam. Bentuk black box sendiri berupa silinder yang dipasang pada dua bagian logam besar.

Bentuknya lebih mirip kompresor udara daripada alat perekam. Dilansir dari Aerotime, istilah “box” atau “kotak” mengacu pada rekaman yang dibuat pada pita logam. Perekam ini kemudian digantikan oleh papan memori digital.

Sementara itu, warna internasional untuk black box bukanlah hitam, melainkan oranye. Black box diwarnai oranye untuk alasan kemudahan pengambilan.

Baca Juga: Mantan Pilot Pesawat Sriwiwjaya SJ-182 Kapten Rama Noya Buka Suara Soal Jatuhnya Pesawat Sriwijaya

Pesawat mungkin akan jatuh di area-area yang kurang jelas secara visual seperti perairan, hutan, atau area yang tertutup reruntuhan pesawat itu sendiri. Sehingga warna oranye dinilai kontras dan diharapkan dapat mempermudah penemuannya apabila terjadi kecelakaan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed