oleh

Anak Dalam Aksi Omnibus: Mulai Dari Tersangka, Wajib Lapor Sampai Smartphone Disita

Sekilas News, Pontianak – Pihak Kepolisian Kalimantan Barat sebelumnya pernah mengirimkan surat ke Dinas Pendidikan Kota Pontianak untuk melarang pelajar SD hingga SMA sederajat ikut demo UU Cipta Kerja.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes (Pol) Donny Charles Go mengimbau kepada para kepala sekolah mulai tingkat SD hingga SMA sederajat atau pun pihak orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka agar tidak ikut-ikutan demo.

Hal tersebut disampaikan setelah Polda Kalbar melakukan penyelidikan terhadap puluhan orang yang diamankan dalam aksi yang berujung ricuh pada tanggal 8 oktober lalu.

Dari total 35 orang yang diamankan, 27 di antaranya merupakan anak-anak dan pelajar.

“Kita libatkan dinas pendidikan pada rapat koordinasi, kami harapkan tidak ada lagi siswa pelajar yang mengikuti demo. Kami minta dari dinas pendidikan, orangtua, guru, kepala sekolah untuk ikut mengawasi anak-anaknya,” ucap Kombes Pol Donny Charles, Kabid Humas Polda Kalbar.

Kemudian pada 12 Oktober 2020, Polda Kalbar telah memulangkan lima anak yang diamankan saat demo menolak UU Cipta Kerja di Pontianak. Kelimanya dikembalikan kepada keluarga untuk dilakukan pembinaan.

Polda Kalbar mengamankan 79 orang yang diduga hendak membuat kerusuhan saat demo menolak UU Cipta Kerja di Pontianak, Kamis dan Jumat (8-9/10/2020). (Foto: iNews/Gusti Eddy)

Sementara itu, pasca aksi massa tolak Omnibus Law 8 Oktober 2020 yang lalu, Y (*red bukan nama asli) ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Y dibawa ke Polda Kalbar terkait tuduhan menerbitkan keonaran dikalangan masyarakat (pasal 14 ayat 1/2), setelah selesai diperiksa dilakukan upaya diversi, karena 17 tahun dan harus melakukan wajib lapor.

“Saat minggu kedua, hari kamisnya N dipanggil kembali untuk melakukan wawancara dengan BAPAS. Setelah hari itu pihak kepolisian atau penyidik yang menangani perkara tersebut mengatakan mungkin ada 1 kali pertemuan lagi bersama satu meja dengan pihak polisi, Bapas dan KPPAD.” ujar N melalui pernyataan tertulis kepada sumber yang tidak ingin disebutkan namanya pada tim Sekilas.

Baca Juga: KPPAD Kalbar: Akan Terus Dampangi Pelajar Peserta Aksi

Setelah ditunggu-tunggu belum ada jawaban juga dari pihak BAPAS hingga masuk Minggu ketujuh saat ini. Hp milik Y juga masih ditahan sebagai barang bukti.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed