oleh

Aktivis Kritik Aktivitas Pertambangan PT Antam di Maluku Utara

Sekilas Nasional – Jatam Nasional melalui akun Twitter Resminya @jatamnas menuliskan bagaimana aktivitas tambang PT ANTAM di site Moronopo, Desa Maba Pura, Kec. Kota Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, mencemari sungai, pesisir pantai, dan merusak ekosistem mangrove. Kejadian ini bukan pertama, tapi sudah terjadi sejak 2006 lalu. Tak ada tindakan hukum yang tegas.

Menurut Jatam, sebelum ANTAM masuk dan beroperasi, kawasan Moronopo ini, adalah tempat warga Maba dan Buli menangkap ikan. Di sini ikan bertelur. Para nelayan pun menjadikan tempat ini untuk tambatan perahu atau tempat transit. Tapi, itu dulu, sebelum ANTAM masuk mengobrak-abrik.

Baca Juga: Pemeriksaan Lingkungan Hidup Mulai Menyita Perhatian BPK RI

“Pencemaran yang terus berulang, lumpur-lumpur dari lokasi tambang mengalir jauh hingga ke laut, wilayah tangkap nelayan. Tak ada evaluasi dan penegakan hukum yang tegas. Aktivitas terus berjalan, bahkan tampak dilindungi,” tulis Jatam pada Rabu (7/4/2021).

Selain itu ada warga net juga yang memposting mengenai sedimentasi parah akibat tambang dari PT ANTAM di Monoropo Halmahera Timur, mencemari sungai, pantai, dan meruskan ekosistem mangrove.

“Yang terhormat ibu @SitiNurbayaLHK dan @GakkumKLHK mohon perhatiannya. Kejahatan seperti ini tolong jangan diabaikan,” tulis akun @adlunfiqri.

Tya

Penulis

RP

Editor

News Feed