oleh

Akhirnya Pelaku Begal Payudara di Pontianak Ditangkap

Sekilas News, Pontianak – Kepolisian Republik Indonesia Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) berhasil menangkap seorang pria berinisial PR (26), yang diduga sebagai pelaku begal payudara.

PR ditangkap Tim Gabungan dari Tim Garda Samapta Polda Kalbar dan Tim Resmob Ditreskrimum di satu di antara barbershop di Kota Pontianak, Minggu (8/3/2020). Kepada polisi, PR mengaku dalam melancarkan aksinya, sudah ada enam korban.

Enam korban itu, empat di antaranya dilakukan tahun 2019 dan dua korban lainnya tahun 2020. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.

Dalam aksinya, pelaku menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion berkelir merah.

“Jumlah korban ada 6 orang, wanita dan anak di bawah umur. Pelaku melakukan aksinya di 5 tempat kejadian perkara,” kata Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Pol Dony Charles Go kepada wartawan Senin, 9 Maret 2020..

Dony menjelaskan, pelaku beraksi di Jalan P. Natakusuma, Pancasila, Tabrani Ahmad, Suwigyo, dan Gang Melati, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

“Sebelum melakukan aksinya, pelaku terlebih dahulu membuntuti korban dengan menggunakan sepeda motor. Setelah di tempat yang sepi pelaku langsung memegang bagian dada korban menggunakan tangan dengan cara meremas,” kata Dony.

Menurut Dony, sehari-hari pelaku berprofesi sebagai cukur rambut. Lokasi tempat dia melakukan perbuatan tidak senonoh tidak jauh dari tempatnya bekerja.

“Pelaku akan dikenakan pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi UU Jo Pasal 289 ayat (1) dan pasal 281 ayat (1 KUHP) dengan ancaman hukumannya 15 Tahun,” ujar Dony.

Donny mengatakan, PR pernah terekam video masturbasi di pinggir jalan. “Motivasinya melakukan perbuatan itu adalah untuk memenuhi kebutuhan birahinya,” kata Donny

Dia menambahkan, penyelidikan terhadap PR nantinya akan melibatkan pihak psikolog.

“Nanti akan kita libatkan psikolog. Apakah ada yang aneh atau tidak dari prilakunya ini,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed